Laporkan Masalah

MEKANISME KOORDINASI MANFAAT ANTARA BPJS KESEHATAN DENGAN ASURANSI MANDIRI INHEALTH DI RUMAH SAKIT SWASTA KOTA SEMARANG

Rukmi Dyah Arimbi, Dr. Drg Yulita Hendrartini, M.Kes.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Asuransi kesehatan swasta memainkan peran besar dan meningkat di seluruh dunia. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa peran asuransi kesehatan swasta signifikan di negara-negara dengan disparitas yang tinggi dari struktur tingkat pendapatan dan sistem kesehatan. Peraturan Presiden No 19 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan memberikan peluang bagi perusahaan asuransi swasta sebagai mitra untuk bersinergi dalam melaksanakan JKN melalui skema Koordinasi Manfaat – (COB). COB antara BPJS dan asosiasi asuransi dapat menjadi sarana sosialisasi program JKN sementara perusahaan asuransi swasta diperbolehkan untuk memasarkan produk kesehatan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan Mekanisme dari koordinasi Manfaat antara BPJS dan Inhealth Asuransi Mandiri; 2) Untuk mendeskripsikan Proporsi biaya Program COB antara BPJS dan Inhealth Asuransi Mandiri; 3) Untuk mengetahui persepsi peserta asuransi dan manajemen rumah sakit terhadap program COB. Metode: Sebuah pendekatan kualitatif dengan menggunakan data primer untuk menentukan persepsi peserta dan manajemen rumah sakit pada pelaksanaan koordinasi manfaat, sedangkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder untuk menganalisis dokumen data klaim di Mandiri Asuransi Inhealth Hasil:1. Mekanisme COB antara BPJS Kesehatan dan Mandiri Inhealth sesuai dengan SE Direktur BPJS No 32 tahun 2015 berbeda dengan menkanisme COB di Amerika dan Jerman. 2.Mekanisme Pembiayaan bersama antara BPJS Kesehatan dan Mandiri Inhealth di rumah sakit Telogorejo dan St. Elisabeth Semarang dapat dilakukan pada 34% dari total kasus rawat Inap Pasien COB 3. Persepsi terhadap produk COB umumnya pasien cukup baik terhadap pembiayaan COB di rumah sakit dan mengharapkan perbaikan dalam prosedur pelayanan administrasi. 3. Persepsi manajemen Rumah Sakit, baik RS dan Telogorejo St. Elizabeth RS sangat mendukung program COB karena dipandang memberikan solusi untuk pembiayaan terbatas oleh pasien INA CBG 's. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi Mekanisme Pelaksanaan antara manfaat BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Swasta Semarang telah berjalan dengan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.

Background: Private health insurance plays a big role and increase worldwide. International experience shows that the role of private health insurance significantly in the countries with high disparity of the income level and health system structure. Law No. 19 of 2016 on Jaminan Kesehatan Nasional provides opportunities for private insurance company as a partner to synergize in implementing JKN through the scheme of Coordination of Benefits – (COB). COB between the BPJS and insurance associations can be a means of socialization of JKN program while the private insurers company are allowed to market the health products. Objective: This study aimed to : 1) To describe the mechanism of coordination between BPJS and Mandiri Inhealth Insurance; 2) To describe proportion of funding pattern of COB Program between BPJS and Mandiri Inhealth Insurance; 3) To know the perceptions of the insurance participants and hospital management to coordinate the benefit between BPJS and Mandiri Inhealth Insurance Method: A qualitative approach using primary data to determine the participants' perceptions and hospital management on the implementation of the coordination of benefits, while the quantitative approach using secondary data to analyze claims data document at Mandiri Insurance Inheal Result: 1. COB mechanism between BPJS Kesehatan and Asuransi Mandiri Inhealth accordance with SE Director BPJS No. 32 in 2015 in different from COB mechanism in the United States or Germany 2. Joint financing mechanism between BPJS Kesehatan and Asuransi Mandiri Inhealth atTelogorejo and St. Elisabeth Hospital Semarang can be applied at 34% of total inpatient admissions 3. Perceptions of COB Patients about COB product and joint financing mechanism generally good enough and expect an improvement in the procedure of administrative services. 3. Perception of Hospital management, both and Telogorejo St. Elizabeth hospital strongly supports the COB program because it is seen to provide solutions to financing is limited by the patient CBG INA 's. Conclusion: The results showed that the coordination mechanism for implementing the benefit BPJS Private Hospital in Semarang has been run in accordance with the regulations set by Health BPJS.Conclusion: The result of the study showed that Implementation Mechanism coordination between BPJS Health benefits in Private Hospital Semarang has been running in accordance with the regulation.

Kata Kunci : Kordinasi manfaat , asuransi tambahan ,persepsi stakeholder

  1. S2-2016-322276-abstract.pdf  
  2. S2-2016-322276-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-322276-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-322276-title.pdf