ALIANSI STRATEGIS UNTUK KEUNGGULAN BERSAING PADA APIPS KERAJINAN BATIK YOGYAKARTA
NAJMI RAHIMI, Basu Swastha Darmmesta, Prof. Dr., M.B.A.
2016 | Tesis | S2 ManajemenPeranan kinerja industri batik menjadi tinjauan yang menarik bahwa batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage of Humanity) merupakan penghargaan UNESCO pada tahun 2009. Industri batik yang semakin meningkat persaingannya menuntut pengusaha batik untuk mempertahankan keunggulan bersaingnya. Kompetensi inti yang dipaparkan oleh Gamble dan Prahalad (1990) merupakan suatu hal penting yang mengacu pada kunci kesuksesan pengusaha batik untuk mencapai keunggulan bersaing. APIPS Kerajinan Batik dengan kompetensi inti yang fokus pada inovasi desain, keunikan bahan baku yang digunakan, teknologi proses pewarnaan, dan kualitas pelayanan konsumen mendukung tetap mencapai keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Aliansi merupakan salah satu bentuk langkah strategi bisnis yang dilakukan oleh APIPS Kerajinan Batik untuk meningkatkan keunggulan bersaing. Dengan analisis SWOT peneliti dapat mengemukakan asumsinya mengenai faktor internal dan faktor eksternal yang berpengaruh pada keberlangsungan strategi bisnis. Melalui analisis potensi sumber daya yang dimiliki APIP'S digunakan alat RBV (Resources Based View) dan analisis VRIO (Valuable, Rare, Imperfectly imitable, Organization aligned). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk menghadapi keterbatasan sumber daya pada APIPS Kerajinan Batik, langkah yang dilakukan dengan aliansi strategis. Dalam mengidentifikasi aliansi strategis, tahapannya adalah mengetahui hambatan dan ancaman sumber daya pada APIPS Kerajinan Batik sehingga mekanisme aliansi strategis di bidang produksi dapat berjalan efektif dan efisien. Adapun untuk mengatasi kendala pengembangan desain produk agar tidak mudah ditiru oleh pesaing usaha dan mitra aliansi strategis, maka APIPS Kerajinan Batik memiliki strategi khusus dengan mempertahankan kompetensi inti pada proses bisnisnya.
ABSTRACT The role of the performance of the batik industry become an interesting review that batik as a "Cultural Heritage Objects" (Intangible Cultural Heritage of Humanity) is a UNESCO award in 2009. Increasing competition in the batik industry demands batik entrepreneurs to maintain competitive advantage. Core competencies described by Gamble and Prahalad (1990) is an important thing which refers to the key to the success of batik entrepreneurs to achieve competitive advantage. APIP'S Batik with core competencies that focus on design innovation, uniqueness of raw materials used, coloring process technology, and the quality of customer service support still achieve a sustainable competitive advantage. Alliance is one form of business strategy step by APIP'S Batik to increase competitive advantage. With SWOT analysis researchers can express the assumption about internal factors and external factors that affect the sustainability of the business strategy. Through analysis of potential resources that owned by APIP'S used tool RBV (Resources Based View) and VRIO analysis (Valuable, Rare, Imperfectly imitable, Organization aligned). The results of this study concluded that in order to face resource constraints on the APIP'S Batik, the steps taken by the strategic alliance. In identifying the strategic alliance, stages is knowing the obstacles and threats resources on APIP'S Batik making mechanism strategic alliance in the field of production can be run effectively and efficiently. As to overcome the constraints of the product design development in order not easily imitated by competitors and strategic alliance partners, the APIP'S Batik has a specific strategy to maintain core competencies in business processes.
Kata Kunci : Aliansi Strategis, Industri Batik, Keunggulan Bersaing, Kompetensi Inti Batik, VRIO, RBV.