Laporkan Masalah

INTEGRASI KELEMBAGAAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL DALAM UPAYA MENJADIKAN PANGAN LOKAL SEBAGAI PENDUKUNG PARIWISATA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT

SIWI ISTIANA DINARTI, Dr. agr. Sri Peni Wastutiningsih; Endang Sulastri, S.Pt., M.A., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Pangan lokal dan pariwisata merupakan pokok prioritas perekonomian di Kabupaten Lombok Barat. Lombok Barat yang menjadi salah satu destinasi wisata di NTB menjadi fokus perhatian pemerintah dalam peningkatan perekonomian. Master Plan Percepatan Perekonomian Indonesia (MP3EI) koridor Nusa Tenggara dan Bali menempatkan pariwisata dan pangan (lokal) sebagai focus utamanya. Penelitian ini mengungkap integrasi kelembagaan pengolahan pangan lokal di Kabupaten Lombok Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui integrasi kelembagaan dalam pengolahan pangan lokal dan mengetahui kendala yang terjadi dalam integrasi kelembagaan pengolahan pangan lokal sebagai pendukung wisata di Kabupaten Lombok Barat. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi mendalam. Lokasi penelitian dilakukan secara purposif berdasarkan tempat pariwisata yang banyak dan bervariasi di Kabupaten Lombok Barat. Pada penelitian ini informan terdiri dari lembaga pemerintah maupun lembaga swasta yang berada di Kabupaten Lombok barat. Hasil penelitian terlihat bahwa integrasi kelembagaan pengolahan pangan lokal di Kabupaten lombok barat belum maksimal. Hal tersebut terjadi akibat belum adanya koordinator atau penggerak dari lembaga yaitu Sekretariat Daerah dalam pengolahan pangan lokal sebagai pendukung pariwisata. Belum adanya koordinasi dan kerjasama diantara lembaga menyebabkan lembaga-lembaga terkait masih berjalan sendiri-sendiri. Masih terdapat tumpang tindih program dari lembaga terkait yang menunjukkan belum adanya integrasi diantara lembagatersebut. Bappeda tidak dapat membantu dalam mengoordinir lembaga terkait dikarenakan tugas Bappeda hanya memfasilitasi dalam perencanaan pembangunan Kabupaten serta sacara struktural Bappeda tidak mempunyai kewenangan mengoordinasi. Dalam hal ini yang dapat mengoordinir secara stuktural adalah Sekretaris Daerah. Kendala tersebut yang membuat integrasi kelembagaan pengembangan pangan lokal di Kabupaten Lombok Barat belum maksimal.

Local foods and tourism are main priorities of the economy in West Lombok Regency. Lombok Barat as one of the tourist destinations in NTB (West Nusa Tenggara) becomes a focus of attention of the government in improving the economy. Indonesian Economic Acceleration Master Plan (MP3EI) for Nusa Tenggara and Bali corridor puts tourism and (local) food as its main focus. This research revealed institutional integration of local food production in West Lombok Regency. The purpose of the study are to know the institutional integration in local food production and the obstacles existing in the institutional integration of local food production as complements for tourism in West Lombok Regency. The basic method used in this study is a qualitative approach with in-depth descriptive method. Site selection was done purposively based on many and varied tourist attractions in West Lombok Regency. In this study, the informants consisted of government agencies and private institutions in West Lombok Regency. The research result shows that the institutional integration of local food production in West Lombok Regency has not been maximized. This was due to the absence of a coordinator or driver from Sekda (District Secretary) in the local food production as complements for tourism. Lack of coordination and partnership among the agencies led to the concerned institutions still walked on their own. There were still overlapping programs of the agencies that showed a lack of integration among them. Bappeda (Regional Body for Planning and Development) could not help in coordinating the concerned agencies because its task was only to facilitate in regency development planning and structurally Bappeda did not have any authority to coordinate. In this case, the agency which had structurally the task to coordinate was the District Secretary. Such constraint that made the integration of institutional development of local foods in West Lombok district not maximized. Keywords: Integration, Institutional, Local foods, Tourism, West Lombok

Kata Kunci : Integrasi, Kelembagaan, Pangan Lokal, Pariwisata, Lombok Barat

  1. S2-2016-354137-bibliography.pdf  
  2. S2-2016-354137-tableofcontent.pdf