PENGARUH JENIS EDUKASI TERHADAP PERFORMANSI PENGEMUDI DENGAN KARAKTER RISK TAKER
DIAN TIARA REZALTI, risk taker, impaired driving performance, performance time on a task
2016 | Tesis | S2 Teknik IndustriPemerintah telah membuat Undang-Undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan demi mengurangi jumlah kecelakaan di jalan raya setiap tahunnya dan akibat yang ditimbulkannya. Namun hal tersebut tidak terlalu berpengaruh dikarenakan oleh minimnya pengetahuan, wawasan, pengalaman berkendara, kurangnya kematangan emosi dan suka menantang risiko (risk taker). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui media edukasi yang paling efektif dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas serta meningkatkan keterampilan mengemudi bagi pengemudi dengan karakter risk taker. Penelitian ini dilakukan secara simulasi di Laboratorium Ergonomi dengan responden berjumlah 30 orang berusia antara 18-25 tahun yang terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu 10 orang diedukasi dengan modul, 10 orang diedukasi dengan video, dan 10 orang tidak diedukasi. Kuesioner Holt & Laury digunakan untuk mengetahui risk attitude responden pada penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis edukasi video merupakan jenis edukasi yang paling efektif menurunkan jumlah gangguan performa mengemudi bagi responden pria maupun wanita, kemudian diikuti oleh jenis edukasi modul dan terakhir tanpa edukasi.
The Government has made traffic laws and regulations to create a motor vehicle safety and in order to reduce the number of fatal and serious injuries that occur in motor vehicle crashes every year. However, it is not much effecting to diminish numbers of road accident causing by lack of knowledge, insights, driving experience, and often to take a risk. This study aimed to identify the effective education in safety driving to improve the driver's performance which has a risk taker characteristic. This study was conducted in a laboratory simulation of ergonomics with the respondent amounted 30 people aged 18-25 years and classified into three groups: 10 respondents are educated by using a module, 10 respondents are educated by watching a video, and 10 respondents directly practice using a simulator. Holt & Laury Questionnaire is used to knowing Risk Attitude of respondents. This study showed that video education is the most effective education to reduce a numbers of driving perform interference for those man and woman's respondents and afterwards followed by module education and the last intended by without education.
Kata Kunci : risk taker, gangguan performa mengemudi, waktu penyelesaian eksperimen