STRUCTURE OPTIMIZED GREY MODEL (2,1) SEBAGAI PERAMALAN JANGKA PENDEK UNTUK JUMLAH DATA KECIL
DHANY INDRA HERMAWAN, Dr. Gunardi, M.Si.;Yunita Wulan Sari, S.Si.,M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 STATISTIKAMetode peramalan merupakan suatu teknik untuk memprediksi atau memperkirakan suatu nilai pada masa yang akan datang dengan memperhatikan data atau informasi masa lalu maupun saat ini secara statistik. Peramalan kerap kali digunakan sebagai perencanaan dan operasi kontrol dalam berbagai bidang. Namun, tidak setiap data mudah didapatkan atau data yang diperoleh memiliki jumlah yang terbatas. Untuk mengatasi masalah jumlah data yang terbatas tersebut, digunakan teknik peramalan yang disebut Grey Forecasting Model. Pada skripsi ini, digunakan metode Structure Optimized Grey Model (2,1) atau SOGM (2,1) yang merupakan salah satu bentuk dari Grey Forecasting Model dengan menggunakan bentuk diferensial orde dua dan satu variabel. Structure Optimized Grey Model (2,1) atau SOGM (2,1) ini digunakan untuk peramalan jangka pendek pada data yang terbatas.
Forecasting method is a technique for predicting or forecasting a value in the future through noticing data or information in the past or present statistically. Forecasting is often used as the planning and control operation in various fields. In the contrary, not all data can be acquired or data which are acquired are limited. For overcoming such problem, the forecasting technique called Grey Forecasting Model is used. In this thesis, Structured Optimized Grey Model (2,1) or SOGM (2,1) is used and it is one of the form of Grey Forecasting Models which uses two orders and one variable differential form. Structure Optimized Grey Model (2,1) or SOGM is used for short term prediction in limited data.
Kata Kunci : Peramalan jangka pendek, data terbatas, Grey Forecasting Model, Structure Optimized Grey Model