PENGARUH KEPEMIMPINAN SPIRITUAL PADA KONSEP DIRI, KEBERMAKNAAN KERJA, KEANGGOTAAN DAN PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASIONAL
RISKA FII AHSANI, Dr. Sari Sitalaksmi, M.Mgt
2016 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMENDalam kehidupan modern kecemasan kerja muncul dalam kehidupan individu. Spiritual merupakan jawaban akan kebutuhan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan batinnya. Keberadaan spiritual di dalam organisasi tidak dapat berkembang sendiri tanpa adanya peran pemimpin. Teori kepemimpinan sDalam kehidupan modern kecemasan kerja muncul dalam kehidupan individu. Spiritual merupakan jawaban akan kebutuhan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan batinnya. Teori kepemimpinan spiritual (Spiritual Leadership Theory) kemudian muncul dengan memenuhi tujuan hidup, memberikan harapan dan cinta kasih (altruistic love) sehingga dapat meningkatkan kebermaknaan kerja, keanggotaan, konsep diri. dan akan mendorong perilaku kewargaan organisasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 296 responden yang berasal dari empat belas kantor di Kota Surakarta. Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan metoda Path Analysis digunakan untuk menguji pengaruh kepemimpinan spiritual pada kebermaknaan kerja, keanggotaan dan konsep diri. Kemudian kebermaknaan kerja, keanggotaan dan konsep diri pada perilaku kewargaan organisasional. Hasil penelitian menemukan bahwa kepemimpinan spiritual berpengaruh positif signifikan pada kebermaknaan kerja, keanggotaan dan konsep diri. Konsep diri berpengaruh positif signifikan pada perilaku kewargaan organisasional-individu. Kebermaknaan kerja berpengaruh positif signifikan pada perilaku kewargaan organisasional. Keanggotaan berpengaruh positif signifikan pada perilaku kewargaan organisasional-organisasi. piritual (Spiritual Leadership Theory) kemudian muncul dengan memenuhi tujuan hidup, memberikan harapan dan cinta kasih (altruistic love) sehingga dapat meningkatkan kebermaknaan kerja, keanggotaan, dan konsep diri. Dengan semakin tingginya kebermaknaan kerja, keanggotaan, dan konsep diri akan mendorong perilaku kewargaan organisasional. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 296 responden yang berasal dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surakarta, BRI cabang Solo Gladak, BNI capem Solo Sekar Pace, Panin Bank Capem Solo Pasar Legi, OTO Finance Solo Baru, Aswata Solo, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sebelas Maret Surakarta, RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Hotel Brothers Solo Baru, Kospin Jasa Syariah cabang Surakarta, Tiga Serangkai, Jasa Marga Solo, dan Solo Bistro dan Savoury pizza. Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan metoda Path Analysis dengan bantuan software AMOS 18 digunakan untuk menguji pengaruh kepemimpinan spiritual pada kebermaknaan kerja, keanggotaan dan konsep diri. Kemudian kebermaknaan kerja, keanggotaan dan konsep diri pada perilaku kewargaan organisasional. Hasil penelitian menemukan bahwa kepemimpinan spiritual berpengaruh positif signifikan pada kebermaknaan kerja, keanggotaan dan konsep diri. Konsep diri berpengaruh positif signifikan pada perilaku kewargaan organisasional-individu. Kebermaknaan kerja berpengaruh positif signifikan pada perilaku kewargaan organisasional-individu maupun pada perilaku kewargaan organisasional-organisasi. Keanggotaan berpengaruh positif signifikan pada perilaku kewargaan organisasional-organisasi.
In modern life, work anxiety happens to many individual. Spirituality is the answer for human’s inner needs. Spiritual Leadership Theory emerges by fulfilling life purposes, giving hope and altruistic love, thus improving meaningful work, membership, self-concept, and encouraging organizational citizenship behavior. Total sample in this study was 296 respondents from fourteen offices in Surakarta. Structural Equation Modeling (SEM) used Path Analysis method to test the influence of spiritual leadership in meaningful work, membership and self-concept and then the influence of meaningful work, membership and self-concept on organizational citizenship behavior. The research result showed that spiritual leadership had significant positive influence on meaningful work, membership and self-concept. Self-concept had significant positive influence on organizational citizenship behavior-individual. Meaningful work had significant positive influence on organizational citizenship behavior. Membership had significant positive influence on organizational citizenship behavior-organization.
Kata Kunci : kepemimpinan spiritual, kebermaknaan kerja, keanggotaan, konsep diri, perilaku kewargaan organisasional.