Laporkan Masalah

Pengalaman Pengasuh Utama Dalam Memenuhi Perawatan Diri Remaja Dengan Gangguan Spektrum Autis Di Kota Pontianak, Kalimantan Barat : Studi Kualitatif

LILIS LESTARI, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog ; Prof. Dr. dr. Elisabeth. S. Herini, Sp. A (K).

2016 | Tesis | S2 Keperawatan

Latar belakang : Gangguan spektrum autis merupakan gangguan perkembangan dengan peningkatan tercepat setiap tahunnya, dibanding dengan gangguan perkembangan lainnya di dunia. Gangguan autis merupakan gangguan yang kompleks (kognitif, afektif, dan psikomotorik) yang bertahan seumur hidup. Gangguan kompleks ini mempengaruhi kemandirian pada anak. Kemandirian : perawatan diri merupakan hal yang penting bagi individu untuk mempertahankan hidup, terutama pada anak usia remaja yang membutuhkan perawatan diri lebih dalam menghadapi pubertas terutama saat masa menstruasi dan emisi nocturnal. Pengkajian tentang bagaimana cara remaja memenuhi perawatan diri sehari-hari hingga usia remaja perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pengasuh utama memenuhi perawatan diri remaja dengan gangguan spektrum autis di kota Pontianak, Kalimantan barat. Eksplorasi pengalaman pengasuh dalam memenuhi perawatan diri remaja dengan gangguan spektrum autis dapat membantu untuk mengetahui bagaimana cara remaja memenuhi kebutuhan perawatan dirinya dan dapat membantu dalam mementukan intervensi yang tepat bagi perawatan diri remaja dengan gangguan spektrum autis. Metode : Kualitatif dengan wawancara mendalam semi struktur dilakukan pada 7 pengasuh utama yang tinggal bersama dan merawat remaja dengan gangguan spektrum autis. Pengambilan sampel penelitian purposive sampling (variasi maksimal). Triangulasi sumber (wawancara) dan metode (observasi kegiatan perawatan diri dan dokumentasi (foto, laporan belajar dan catatan kesehatan)) dilakukan pada 1 partisipan pembantu penelitian dan 7 remaja autis dalam penelitian ini. Pernyataan partisipan direkam dengan alat perekam suara, ditranskrip, koding, diinterpretasikan, dan dikelompokkan sehingga membentuk sub tema dan tema. Hasil : Penelitian ini menghasilkan lima tema utama yaitu : kemandirian perawatan diri ; upaya perawatan ; perasaan, dukungan dan harapan ; dan persepsi pengasuh utama terhadap peran orang tua. Temuan penelitian ini menekankan adanya potensi anak autis untuk mandiri dalam melakukan kemandirian : perawatan diri sehari-hari. Kesimpulan : Remaja dengan gangguan spektrum autis berpotensi dapat memenuhi kebutuhan perawatan dirinya sehari-hari secara mandiri. Kemandirian ini dapat tercapai dengan adanya komitmen dari pengasuh utama untuk mengajarkan keterampilan yang memperhatikan aspekaspek pengajaran dan pembelajaran bagi anak dengan gangguan spektrum autis. Kata kunci : Pengalaman, pengasuh utama, remaja, gangguan spektrum autis, perawatan diri.

Latar belakang : Gangguan spektrum autis merupakan gangguan perkembangan dengan peningkatan tercepat setiap tahunnya, dibanding dengan gangguan perkembangan lainnya di dunia. Gangguan autis merupakan gangguan yang kompleks (kognitif, afektif, dan psikomotorik) yang bertahan seumur hidup. Gangguan kompleks ini mempengaruhi kemandirian pada anak. Kemandirian : perawatan diri merupakan hal yang penting bagi individu untuk mempertahankan hidup, terutama pada anak usia remaja yang membutuhkan perawatan diri lebih dalam menghadapi pubertas terutama saat masa menstruasi dan emisi nocturnal. Pengkajian tentang bagaimana cara remaja memenuhi perawatan diri sehari-hari hingga usia remaja perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pengasuh utama memenuhi perawatan diri remaja dengan gangguan spektrum autis di kota Pontianak, Kalimantan barat. Eksplorasi pengalaman pengasuh dalam memenuhi perawatan diri remaja dengan gangguan spektrum autis dapat membantu untuk mengetahui bagaimana cara remaja memenuhi kebutuhan perawatan dirinya dan dapat membantu dalam mementukan intervensi yang tepat bagi perawatan diri remaja dengan gangguan spektrum autis. Metode : Kualitatif dengan wawancara mendalam semi struktur dilakukan pada 7 pengasuh utama yang tinggal bersama dan merawat remaja dengan gangguan spektrum autis. Pengambilan sampel penelitian purposive sampling (variasi maksimal). Triangulasi sumber (wawancara) dan metode (observasi kegiatan perawatan diri dan dokumentasi (foto, laporan belajar dan catatan kesehatan)) dilakukan pada 1 partisipan pembantu penelitian dan 7 remaja autis dalam penelitian ini. Pernyataan partisipan direkam dengan alat perekam suara, ditranskrip, koding, diinterpretasikan, dan dikelompokkan sehingga membentuk sub tema dan tema. Hasil : Penelitian ini menghasilkan lima tema utama yaitu : kemandirian perawatan diri ; upaya perawatan ; perasaan, dukungan dan harapan ; dan persepsi pengasuh utama terhadap peran orang tua. Temuan penelitian ini menekankan adanya potensi anak autis untuk mandiri dalam melakukan kemandirian : perawatan diri sehari-hari. Kesimpulan : Remaja dengan gangguan spektrum autis berpotensi dapat memenuhi kebutuhan perawatan dirinya sehari-hari secara mandiri. Kemandirian ini dapat tercapai dengan adanya komitmen dari pengasuh utama untuk mengajarkan keterampilan yang memperhatikan aspekaspek pengajaran dan pembelajaran bagi anak dengan gangguan spektrum autis. Kata kunci : Pengalaman, pengasuh utama, remaja, gangguan spektrum autis, perawatan diri.

Kata Kunci : Pengalaman, pengasuh utama, remaja, gangguan spektrum autis, perawatan diri.

  1. S2-2016-371479-abstract.pdf  
  2. S2-2016-371479-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-371479-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-371479-title.pdf