KADAR LAKTAT INISIAL DARAH KAPILER SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS PADA ASFIKSIA NEONATORUM
RISKI KAWA RAMADANI, Prof. Dr. dr. E. Siti Herini, SpA(K); dr. Setya Wandita, SpA(K), M.Kes
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar belakang: Kematian neonatus mempresentasikan 45% kematian anak <5 tahun di dunia. Asfiksia menyebabkan 21% kematian neonatus. Kadar laktat banyak diteliti sebagai prediktor luaran asfiksia, namun, kadar laktat darah kapiler menggunakan alat portabel belum pernah diteliti sebagai prediktor mortalitas asfiksia neonatorum Metode penelitian: Penelitian kohort retrospektif pada 74 neonatus lahir di RSUP Dr.Sardjito bulan April 2015-Mei 2016 dengan asfiksia (resusitasi minimal mencapai ventilasi tekanan positif). Kriteria eksklusi: kadar laktat kapiler kurang sama dengan 1 jam tidak lengkap, berat lahir <1000 gram, usia kehamilan <28 minggu, dan kelainan bawaan. Subjek dibagi berdasarkan kadar laktat inisial tinggi (lebih sama dengan 8,5 mmol/L) dan rendah (<8,5 mmol/L), kemudian diamati mortalitas usia kurang sama dengan 24 jam, kurang sama dengan 7 hari, dan kurang sama dengan 28 hari. Hasil: Sebanyak 35 (47%) subjek memiliki kadar laktat inisial tinggi. Tidak ada neonatus meninggal kurang sama dengan 24 jam, 13,5% meninggal kurang sama dengan 7 hari, dan 18,9%kurang sama dengan 28 hari. Usia kehamilan, berat lahir, skor apgar menit ke-1, tingkat resusitasi, sepsis awitan dini, dan laktat inisial signifikan berkorelasi dengan kematian pada analisis bivariat. Analisis multivariat menunjukkan berat lahir (HR 0,99; IK95% 0,996-1,000), tingkat resusitasi (HR 5,15; IK95% 1,27-20,87), problem maternal (HR 4,59; IK95% 1,12-18,86), problem obstetrik (HR 9,44; IK95% 1,32-67,59), dan laktat inisial (HR 4,3; IK95% 1,08-16,98) merupakan prediktor independen mortalitas. Kesintasan kumulatif laktat inisial tinggi lebih rendah dibanding laktat inisial rendah, 87% dibanding 97% ( luaran kurang sama dengan 7 hari), <70% dibanding 90% (luaran kurang sama dengan 28 hari). Simpulan: Kadar laktat inisial darah kapiler merupakan prediktor mortalitas independen pada asfiksia. Kadar laktat inisial tinggi (kurang sama dengan 8,5 mmol/L) memiliki risiko kematian tinggi dan kesintasan kumulatif rendah.
Background: Neonatal death represent 45% of under five deaths, 21% of neonatal death is caused by asphyxia. Lactate concentration has been known as an predictor of neonatal asphyxia outcomes. We need to know whether capillary lactate concentration using handheld device could also use as an predictor in neonatal asphyxia. Methods: We retrospectively reviewed prospective data about 74 neonates born in Sardjito hospital from April 2015-May 2016 with asphyxia (newborn resuscitated minimally with bag-mask ventilation). Exclusion criteria: no capillary lactate data at <1 hour after birth, birth weight <1000 g, gestational age <28 weeks, and congenital malformations. Subjects divided as a high (> 8,5 mmol/L) and low (<8,5 mmol/L) initial lactate groups. Mortality recorded in <24 hours, < 7 days, and < 28 days. Results: There were 35 (47%) subject in high initial lactate group. No death < 24 hours, 13,5% death in < 7 days, and 18,9% in <28 days. Gestational age, birth weight, apgar score 1-minute, rescucitation level, early onset sepsis, and high initial lactate correlated significantly with mortality in bivariate analysis. Birth weight (HR 0,99; CI95% 0,996-1,000), resuscitation level (HR 5,15; CI95% 1,27-20,87), maternal problems (HR 4,59; CI95% 1,12-18,86), obstetric problems (HR 9,44; IK95% 1,32-67,59), and initial lactate (HR 4,3; IK95% 1,08-16,98) were independent predictors. Cumulative survival was lower in high initial lactate group (87% vs 97% in < 7 days, <70% vs 90% in < 28 days). Conclusions: Capillary intial lactate concentration is an independent predictor of neonatal asphyxia mortality. Initial lactate < 8,5 mmol/L has high risk mortality and low cumulative survival.
Kata Kunci : asfiksia, laktat kapiler, prediktor kematian