Laporkan Masalah

BAHAN PANGAN TINGGI BEBAN GLIKEMIK SEBAGAI FAKTOR RISIKO OBESITAS PADA REMAJA DI KECAMATAN PAMULANG, KOTA TANGERANG SELATAN

SUSENO, 1. dr. Suryono Yudha Patria, Sp.A, Ph.D; 2. Dr. Siti Helmiyati,DCN,M.Kes

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang. Di Indonesia, masalah gizi bersifat masalah gizi ganda, ada permasalahan kekurangan gizi dan disisi lain terdapat permasalahan obesitas.. Provinsi Banten, walaupun mempunyai prevalensi obesitas pada remaja lebh rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional, akan tetapi terdapat lonjakan prevalensi obesitas yang tinggi, yaitu dari 3,4% pada tahun 2010 menjadi 7,9% pada tahun 2013. Penyebab obesitas pada remaja bersifat multifaktorial, adanya peningkatan konsumsi makanan cepat saji (fast food), rendahnya aktivitas fisik, faktor genetik, pengaruh iklan, faktor psikologis, status sosial ekonomi, usia, dan jenis kelamin merupakan faktor-faktor yang berkontribusi pada perubahan keseimbangan energi dan berujung pada terjadinya obesitas. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis asupan pangan dengan beban glikemik tinggi sebagai faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan kasus kontrol. Subjek penelitian adalah remaja SMP/ M.Ts di Kecamatan Pamulang. Kasus adalah remaja dengan nilai indeks IMT/U >2 , sedangkan kelompok kontrol adalah remaja dengan indeks IMT/U normal. Jumlah subjek untuk penelitian ini adalah 98 remaja untuk masing-masing kelompok kasus dan kontrol. Pengumpulan data adalah dengan menggunakan instrumen kuesioner dan pengukuran anthropometri. Analisis data dengan software computer untuk mengetahui nilai independent t-test dan marginal homogeneity, regresi logistic. Hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa asupan beban glikemik lebih tinggi pada kelompok kasus dibandingkan dengan kelompok kontrol dan bermakna secara statistik (p=0,001). Hasil analisis menunjukkan bahwa tampak ada tren peningkatan risiko kegemukan jika subyek penelitian dengan beban glikemik terkategori sedang yakni sebesar 3,59 kali lebih besar dibandingkan dengan subyek penelitian terkategori rendah, dan meningkat menjadi 7,28 kali pada subyek penelitian dengan beban glikemik tinggi. Peningkatan risiko ini bermakna secara statistik (p=0,0002). Hasil analisis multivariate menunjukkan OR variabel beban glikemik 7,98, asupan total energi 10,64, asupan lemak 12,53 dan aktifitas fisik sebesar 13,46. Kesimpulan. Bahan pangan tinggi beban glikemik merupakan faktor risiko terjadinya obesitas di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Background. In Indonesia, nutritional problems are multiple nutritional problems, there is the problem of malnutrition and obesity on the other hand there are problems. Banten Province, although the prevalence of obesity in adolescents rely more low compared to the national average, but there is a surge in the prevalence of obesity is high, ie from 3.4% in 2010 to 7.9% in 2013. the causes of obesity in adolescents is multifactorial, their increased consumption of fast food (fast food), lack of physical activity, genetic factors, the influence of advertising, psychological factors, social status economic, age, and gender are all factors that contribute to changes in energy balance and lead to obesity. Objective. The purpose of this study was to analyze the intake of food with a high glycemic load as a risk factor of obesity in adolescents in District Pamulang, Tangerang Selatan City, Banten. Method. This study was an observational study with case control design. Subjects were teenagers SMP / M.Ts in District Pamulang. Cases were adolescents with a BMI/A> 2, whereas the control group are adolescents with a BMI/A normal. The number of subjects for the study were 98 adolescents for each case and control groups. The collection of data is to use questionnaire and anthropometric measurements. Data were analyzed using computer software to determine the value of independent t-test and marginal homogeneity, and logistic regression. Results. The analysis showed that the glycemic load intake was higher in the cases than the control group and was statistically significant (p = 0.001). The analysis shows that there appears to be a trend increase in the risk of obesity if the research subjects were categorized glycemic load which is equal to 3.59 times greater than the research subjects categorized low, and increased to 7.28 times in study subjects with a high glycemic load. This increased risk was statistically significant (p = 0.0002). Results of multivariate analysis showed glycemic load variable OR 7.98, total energy intake 10.64, 12.53 fat intake and physical activity at 13.46. Conclusion. Food with high glycemic load is a risk factor for obesity in District Pamulang, Tangerang Selatan City.

Kata Kunci : obesitas, remaja, beban glikemik

  1. S2-2016-354448-abstract.pdf  
  2. S2-2016-354448-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-354448-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-354448-title.pdf