PERAN REGULASI DIRI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PEMAAFAN DIRI REMAJA YANG BERADA DI BALAI PEMASYARAKATAN YOGYAKARTA
M SYUKRI S, Wisjnu Martani Dr, S.U. Psikolog
2016 | Tesis | S2 PsikologiRemaja yang terlibat dalam kasus pelanggaran hukum, yang bertentangan dengan nilai-nilai moral yang dianut, akan merasa malu dan bersalah karena merasa terluka serta harus menghadapi penilaian masyarakat yang negatif. Perasaan malu dan bersalah ini muncul karena remaja tersebut kurang mampu menerapkan pemaafan diri pada dirinya. Penelitian bertujuan untuk melihat peranan regulasi diri dan efikasi diri terhadap pemaafan diri remaja yang berada di Balai Pemasyarakatan Yogyakarta (N=36). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan 3 skala yang meliputi skala pemaafan diri, regulasi diri dan efikasi diri. Tehnik analisis data yang digunakan dalam uji hipotesis adalah regresi ganda dengan bantuan spss versi 20. Hasil penelitian menemukan bahwa regulasi diri dan efikasi diri secara signifikan memprediksi pemaafan diri. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai F=5,285 (p<0,05), dengan sumbangan efektif sebesar 24,3%, yang berarti bahwa hipotesis dari penelitian ini mengenai regulasi diri dan efikasi diri dapat memprediksi pemaafan diri remaja yang berada di balai pemasyarakatan Yogyakarta, diterima
Adolescent who already involved in the case of breaking law, as opposed to moral values are adopted, will feel shame and guilty because they felt wounded and have to face community evaluation negative. The embarrassment and guilty these arose because adolescent are less able to apply self-forgive on himself. The purpose of this study is examine at the role of self-regulation and self-efficacy of self forgiveness adolescent in Balai Pemasyarakatan Yogyakarta (N=36). The data were collected using self-forgiveness scale, self-regulation scale and self-efficacy scale. Tehcnical analysis of the date to test hypothesis using multiple regression from SPSS version 2.0. The study found that self-regulation and self-efficacy significantly predict of the self-forgiveness. It is shown with the F=5,285 (p<0,05), which means that hypothesis from the study of the role of self-regulation and self-efficacy towards self-forgiveness of Adolescent in Balai Pemasyarakatan Yogyakarta, is accepted.
Kata Kunci : Pemaafan diri, Regulasi diri, Efikasi Diri