EKOWISATA SEBAGAI MODEL PEMANFAATAN KAWASAN PERCANDIAN BATUJAYA, KARAWANG, JAWA BARAT
TURMUDI, Dr. Mimi Savitri, M.A.
2016 | Tesis | S2 Ilmu ArkeologiKawasan Percandian Batujaya merupakan salah satu sumberdaya budaya yang memiliki kesinambungan penghunian kawasan secara kronologis dari masa prasejarah, proto sejarah, masa pengaruh Hindu-Buddha, hingga saat ini. Hal tersebut memperlihatkan besarnya potensi data yang dapat disumbangkan pada rekonstruksi sejarah di Indonesia. Jejak-jejak aktivitas manusia masa lampau masih terlihat dari sumberdaya arkeologinya baik yang berupa struktur, artefak, maupun ekofak. Keberagaman data dan keterpaduan antara sumberdaya arkeologi dan lanskap persawahan membuat Kawasan Percandian Batujaya mempunyai nilai penting yang tinggi dari segi sejarah, ilmu pengetahuan dan nilai penting kebudayaan. Keberagaman nilai penting ini membuat banyak pihak yang mempunyai kepentingan terhadap Kawasan Percandian Batujaya. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data lapangan melalui observasi, wawancara stakeholder, dan studi pustaka, dengan menggunakan acuan kerangka kerja cultural resource management. Data yang didapatkan kemudian dikelompokkan untuk keperluan penentuan nilai penting, persepsi stakeholder, upaya pengelolaan, dan potensi daerah. Hasil analisis nilai penting, upaya pengelolaan, dan analisa persepsi stakeholder kemudian dielaborasi untuk dapat merumuskan suatu model pemanfaatan yang mencakup kepentingan berbagai pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kawasan sebagai objek ekowisata berbasis masyarakat merupakan strategi pelestarian Kawasan Percandian Batujaya yang tepat karena memberikan peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat didukung pengelolaan kolaboratif serta berkesinambungan dengan melibatkan pemerintah berimplikasi pada kesuksesan kelestarian daerah tersebut.
Batujaya Temple Region is one of heritage cultural resources which has continuity residential chronology of the region since prehistoric periode, proto history, until the influence of Hindus and Buddhis periode. So that this region has great potential data which gives contribution for Indonesian history. The trails of ancient community in that region still exist today, they are; the remains of brick structural temples, a great number of different artifacts, and ecofacts such as skeleton of ancient human, and bivalve shells. The integrity of all evidences in one region verify the highly significance value of the region in history, science, and culture. The research began by doing observation to collect the data, and interviewing the stakeholders and literature study. The data were classified in order to analize the significance value, the evaluation of the applied management in the region, and also for the purpose of stakeholder analysis. The analysis of significance value, management evaluation, and stakeholders were elaborated to formulate one use model which is able to cover all the interest of stakeholder while increasing the local community welfare. The result of the research shows that the development of the region as community based ecotourism object might become one of region conservation strategy and also create the opportunity for the growing of local community welfare. When local community have the economic benefit of the ecotourism development, they will automatically try to preserve and protect the region. The success in the development of community-based ecotourism needs collaborative management and sustainability which involves the national or local government, local community, and also other stakeholders.
Kata Kunci : Pengelolaan, Pemanfaatan, Nilai Penting, Stakeholder, Ekowisata, Masyarakat, Kawasan, Percandian, Batujaya/management, use, significance value, stakeholder, ecotourism, community, region, temples, Batujaya