Laporkan Masalah

Pengujian Pecking Order Theory Pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Indeks Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia

ANDRY PRASETYA, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pecking order theory pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks Kompas 100 Bursa Efek Indonesia dan secara khusus menguji pengaruh perubahan tangibility, growth, perubahan size, perubahan profitability, defisit pendanaan internal, dan leverage periode lalu terhadap struktur modal perusahaan di Indonesia. Perusahaan indeks Kompas 100 dipilih karena memiliki likuiditas yang tinggi, kapitalisasi pasar yang besar, dan memiliki fundamental dan kinerja yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ordinary Least Square (OLS) atau regresi linear berganda dengan data panel perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2010-2013. Pengujian pecking order theory menggunakan metode data panel pada model Frank dan Goyal (2003) karena data panel sesuai dengan pengujian teori ini dan dapat mendeskripsikan perilaku pendanaan perusahaan dalam jangka panjang. Hasil analisis regresi berganda yang signifikan mempengaruhi perubahan leverage dan sesuai dengan pecking order theory, yaitu variabel perubahan tangibility dengan korelasi positif dan perubahan profitability dengan korelasi negatif. Variabel leverage periode sebelumnya juga menunjukkan hasil yang signifikan mempengaruhi perubahan leverage, namun variabel ini tidak sesuai digunakan untuk menguji pecking order theory di Indonesia. Sedangkan variabel lainnya yang diteliti tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan leverage. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perilaku pendanaan di Indonesia memiliki kecenderungan terhadap berlakunya pecking order theory.

The purpose of this research is to test the pecking order theory in the companies that listed in Kompas 100 Index in Indonesia Stock Exchange and particularly, to test the effect of delta tangibility, growth, delta size, delta profitability, financing deficit, and lagged leverage on the capital structure of companies in Indonesia. Kompas 100 index companies selected because it has high liquidity, large market capitalization, and has a good fundamentals and performance. This research used Ordinary Least Square or multiple linear regression method with panel data of listed companies in Kompas 100 index in Indonesia Stock Exchanges for 2010 – 2013 period. Pecking order theory is tested by using Frank and Goyal (2003) model with panel data due to it suitable to test the theory and can describe company behavior in it corporate funding. The result of this research show that delta tangibility has a positive effect on delta leverage, and delta profitability has a negative effect on delta leverage. Those result have accordance with the pecking order theory prediction. Lagged leverage variable also showed significant effect on delta leverage, but this variable is not suitable for testing the pecking order theory in Indonesia. Meanwhile the other variables in this research show no evidence that affect delta leverage. The conclusion from this study is that the behavior of funding in Indonesia has a tendency to the validity of pecking order theory.

Kata Kunci : struktur modal, pecking order theory perubahan leverage, perubahan tangibility, growth, perubahan size, perubahan profitability, defisit pendanaan internal, leverage periode sebelumnya.

  1. S2-2016-358104-abstract.pdf  
  2. S2-2016-358104-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-358104-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-358104-title.pdf