Laporkan Masalah

Cineplex dengan Pendekatan Arsitektur Rekreatif di Purwokerto

RAINA GHINAA P, Ir. Soeleman Saragih, M.T.

2016 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Dengan kemajuan teknologi, menonton film menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Dengan teknologi-teknologi canggih tersebut, penyedia jasa menonton film memberikan pengalaman yang berbeda dari menonton film biasa. Sehingga, masyarakat mulai menjadikan kegaitan menonton film sebagai salah satu pilihan rekreasi. Untuk menonton film, dibutuhkan suatu fasilitas khusus dengan design berbeda sesuai dengan standar-standar tertentu. Fasilitas tersebut biasa kita kenal dengan bioskop. Bioskop yang memiliki lebih dari satu layar disebut cineplex. Cineplex merupakan sebuah bangunan gedung yang memang didesain untuk kegiatan menonton film. Sehingga, segala detailnya memenuhi syarat standar pemutaran film. Di Purwokerto sendiri, hanya tersedia satu cineplex yang sudah berdiri dari tahun 1980. Dengan fasilitas terbatasa dan sudah ketinggalan jaman, cineplex ini menjadi satu-satunya pilihan masyarakat Purwokerto dan sekitarnya. Untuk itu, perencanaan dan perancangan ini bertujuan menyediakan fasilitas cineplex yang layak bagi masyarakat Purwokerto. Pendekatan desain yang digunakan dalam perancangan ini adalah arsitektur rekreatif yang diwujudkan melalui ruang terbuka hijau. Diharapkan dengan harmonisasi antara ruang terbuka hijau dan gedung cineplex, pengunjung dapat mendapatkan kesenangan rekreasi dari menonton film dan relaksasi dari ruang terbuka hijau.

With the development of technology, watching movies become the new option of entertainment for the community. With these advanced technologies, cinema service provider provide a different experience in watching movies. So that, people are starting to choose watching movies as one leisure options. To watch the movies, it takes a special facilities with specific design using certain standards. Known as cinema. Cinema that has more than one screen called cineplex. Cineplex is a building designed providing facilities for watching movies. Therefore, all the details must qualified cinema building standards. Purwokerto only has one cineplex which had stood from 1980. With outdated facilities, this cineplex has become the only option in Purwokerto and surrounding cities. Thus, the design aims at providing adequate cinema facilities for people in Purwokerto. This facilities designed by recreational architecture design approach which exerted through green open spaces. This design expected to harmonize green space and cinema building, visitors can get pleasure from watching movies and relaxation from green space.

Kata Kunci : Cineplex, Cineplex in Purwokerto, Recreational Architecture

  1. S1-2016-333382-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333382-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333382-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333382-title.pdf