KEMITRAAN BANK INDONESIA KANTOR PERWAKILAN YOGYAKARTA DENGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN KLASTER
WISMA AJI PRIBADI, Dra. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si
2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dominan sebagai pelaku ekonomi nasional, perlu dikembangkan agar mampu meningkatkan kontribusinya dalam mewujudkan kemajuan dan kemandirian ekonomi negara. Salah satu strategi dalam mengembangkan UMKM adalah dengan kemitraan usaha. Namun demikian, pada kenyataannya masih banyak ditemukan kemitraan yang tidak berjalan efektif. Yang sering terjadi adalah instansi pembina tidak memiliki keahlian, pola pembinaan yang tidak menyeluruh, tidak berkelanjutan dan sekedar menjalankan misi sosial saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pembinaan serta model kemitraan dalam Program Pengembangan Klaster. Program Pengembangan Klaster merupakan salah satu program Bank Indonesia KP Yogyakarta dalam mengembangkan UMKM di wilayah kerjanya. Adapun UMKM mitra yang menjadi objek penelitian ini adalah klaster komoditi cabai ASPARTAN Karya Manunggal di Kulon Progo dan klaster ikan air tawar KPI Mina Kepis di Sleman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembinaan dalam program pengembangan klaster; (1) program pengembangan klaster menggunakan pendekatan campuran top-down dan bottom-up. Pendekatan seperti ini terbukti mampu menggali permasalahan dan kebutuhan lokal, serta mampu menyalurkan aspirasi UMKM mitr. (2) pembinaan dilakukan secara sinergis dengan melibatkan Pemerintah serta tenaga ahli, sehingga upaya pembinaan menjadi lebih optimal, (3) bantuan yang diberikan bersifat menyeluruh dan berkelanjutan. Sedangkan model kemitraan yang terjadi adalah Linear Collaborative of Partnership, yaitu kemitraan yang tidak membedakan status dan legalitas masing-masing pihak, berada pada posisi yang sederajat dan yang ditekankan adalah visi-misi yang saling melengkapi. Masing-masing pihak dalam kemitraan ini berada dalam kedudukan yang setara, berperan sesuai dengan kompetensi dan sumberdaya yang dimilikinya, dan terjadi kolaborasi yang saling mengisi dan melengkapi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Model kemitraan ini adalah model kemitraan ideal yang diharapkan, khususnya dalam pengembangan UMKM.
This study aims to assess the empowering method and partnership model in Cluster Development Program. Cluster Development Program is one of Bank Indonesia's program in developing SMEs in their working area. As for SMEs associated in this research were ASPARTAN Karya Manunggal in Kulon Progo and KPI Mina in Sleman. This study used descriptive qualitative research. The results showed that the empowering method in the cluster development program; (1) This program used a blended approach of top-down and bottom-up. This approach is proven to its capability to explore the SME's local related issues and challenges, and its flexibility to address the SME's aspirations and needs, (2) This program involving stakeholders from different sectors; Government and experts, that made the empowering process more optimal, (3) the aids provided is comprehensive and sustainable. The partnership model that occurred in this program is categorized as Linear Collaborative of Partnership, which status and legality of each party were undifferentiated, equality standing on all parties, and emphasized on common visions and missions. Each party in this partnership were in a equal position, they had their own role based on their resources and capabilities, and mutually complement in order to achieve the goals. This partnership is an ideal partnership model as expected to be, especially in the SMEs development agenda.
Kata Kunci : Kata kunci: Kemitraan, UMKM, Pemberdayaan