NILAI KEARIFAN MASYARAKAT JEPANG YANG TERDAPAT PADA BONEKA DARUMA
SRI PUJI HASTUTI, Yayan Suyana, S.S., M.A.
2016 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANGBoneka daruma adalah sebuah boneka tanpa tangan dan kaki yang apabila dijatuhkan maka akan bangkit lagi. Ketika penulis membaca mengenai buku berjudul “Daruma, The Founder of Zen in Japanese Art and Popular Cultureâ€, penulis tertarik untuk mengetahui hubungan antara posisi meditasi biksu agama Buddha bernama Bodai Daruma dengan boneka daruma. Demi mencapai satori atau pencerahan, biksu tersebut bermeditasi kehilangan fungsi tangan dan kakinya. Boneka daruma dikenal sebagai simbol keteguhan. Selain itu, boneka daruma digunakan sebagai jimat keberuntungan dalam dunia politik seperti pada pemilihan calon anggota DPR/MPR/DPRD dan bidang pendidikan bagi siswa yang akan mengikuti ujian kelulusan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan masyarakat Jepang yang terdapat pada boneka daruma. Boneka daruma masih digunakan sebagai jimat keberuntungan dalam masyarakat Jepang. Dengan banyaknya perkembangan dalam bidang teknologi dan pengetahuan, masyarakat Jepang masih mempercayai pada hal yang bersifat gaib seperti penggunaan jimat keberuntungan. Hal ini mendasari penulis untuk meneliti mengenai apa nilai-nilai kearifan yang terdapat boneka daruma, sehingga masyarakat Jepang masih menggunakan sebagai jimat keberuntungan. Penelitian ini merupakan penelitian dalam bidang budaya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan deskripsi analisis. Berbagai data yang berasal dari buku maupun sumber lain dikumpulkan dan diseleksi berdasarkan keterkaitan dengan tema, kemudian disajikan dalam bentuk paragraf. Bab satu penelitian ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, landasan teori, tinjauan pustaka dan sistematika penulisan. Bab dua menjabarkan mengenai karakter boneka daruma secara umum dan sejarah boneka daruma dari negeri Tiongkok sampai ke Jepang. Sedangkan bab tiga merupakan analisis nilai-nilai kearifan boneka daruma dilihat dari kemiripannya dengan posisisi meditasi biksu Daruma dan bab empat berisi kesimpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat empat nilai kearifan yang terdapat pada boneka daruma dalam membentuk karakter bangsa Jepang. Pertama nilai-nilai kearifan tersebut dapat dilihat dari boneka daruma yang tidak memiliki tangan dan kaki. Kedua, nilai-nilai kearifan dilihat dari boneka daruma yang berbentuk bulat sehingga apabila dijatuhkan akan bangun kembali. Ketiga nilai-nilai kearifan masyarakat Jepang dapat dilihat dari boneka daruma tidak memiliki kelopak mata. Keempat hidung dan alis boneka daruma terdapat lambang kura-kura dan burung bangau yang merupakan makna panjang umur dan kebahagiaan.
As reading about a book called "Daruma, the founder of Zen in Japanese Art and Popular Culture", the author is interested to know the relationship between the position of meditation Buddhist priest named Daruma Bodai. To achieve satori or enlightenment, the priest was meditating until he lost the use of his hands and feet. Daruma puppet is known as a symbol of constancy. In addition, daruma puppet is used as a lucky charm in the political world as in the selection of candidates for members of parliament (or we know in Indonesia as DPR / MPR / DPRD) and in the educational field such as for students who will follow the graduation exam. The author would like to find out about the values of Japanese society wisdom contained in daruma puppet. This study uses literature analysis description. Various data derived from books and other sources gathered and selected based on the relevance to the theme, then presented in paragraph form. In Chapter 1, the author presents the background of the problem, formulation of the problem, research objectives, the theoretical basis, systematic literature reviews and writing. Chapter 2 describes the puppet characteristics in general and its history from China to Japan. Chapter 3 contains an analysis of the wisdom values of daruma puppet visualised from its resemblance to the Daruma priest. Chapter 4 ends this thesis with conclusion. Based on the analysis that has been done, there are four values of wisdom contained in daruma puppet in shaping the character of the Japanese people. Wisdom values can be seen from daruma puppet that do not have hands and feet, its round shape that makes it arise when being toppled, and its eyelids-less and eyebrow and nose that reflects the longevity and happiness.
Kata Kunci : Boneka daruma, nilai-nilai kearifan, karakter bangsa Jepang