Pengaruh Penambahan Instrumen Peringatan Kesehatan dalam Bentuk Gambar dan Tulisan dalam Bungkus Rokok pada Permenkes No. 28 tahun 2013 Terhadap Perubahan Perilaku Merokok Siswa SMA di Kota Yogyakarta
ILHAM INDIARTO, Dr. Agus Heruanto Hadna, S.I.P, M.Si.
2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Permasalahan rokok dan pelajar di tentu bukanlah permasalahan baru di Indonesia. Semakin berkembangnya industri rokok berbanding lurus dengan semakin bertambahnya jumlah perokok-perokok baru di kalangan pelajar. Dalam upayanya untuk menekan laju jumlah perokok, pemerintah membuat kebijakan baru yang di tuangkan dalam permenkes No. 28 tahun 2013. Kota Yogyakarta yang merupakan Kota pelajar tentu akan menarik untuk menjadi tempat penelitian seberapa jauh peraturan Permenkes No. 28 tahun 2013 dapat memberikan dampaknya kepada pelajar. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode campuran dengan menggunakan kuisioner serta wawancara dengan pelajar SMA yang ada di Kota Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu seberapa jauh kebijakan pemerintah tentang upayanya menekan laju perokok dapat berpengaruh terhadap pelajar SMA di Kota Yogyakarta.
ABSTRACT The problems about cigarettes and students is not a new issue in Indonesia. The continued development of the tobacco industry is directly proportional to the increasing number of new smokers among students. In its efforts to reduce the rate of the number of smokers, the government made a new policy that is showcased in Permenkes No. 28, 2013. The city of Yogyakarta as a student city will certainly be interesting to be a study of how far the rules Permenkes No. 28 in 2013 can give effect to the student. This research used a mix methods using questionnaires and interviews with high school students in the city of Yogyakarta. The purpose of this study was to find out how far the government's policy on efforts to reduce the rate of smokers could affect high school students in the city of Yogyakarta.
Kata Kunci : pelajar, rokok, kebijakan, kota yogyakarta