Laporkan Masalah

Perencanaan Kelurahan Gedongkiwo Sebagai Kawasan Ramah Lansia

LATIFAH NOOR FAUZIAH, Iwan Suharyanto, S.T., M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kota Yogyakarta merupakan kota dengan penduduk lansia paling tinggi se-Indonesia dengan Usia Harapan Hidup (UHH) 71,4 tahun. Dengan kondisi demikian maka Kota Yogyakarta memiliki tantangan untuk memberi perhatian lebih kepada lansia mengingat banyaknya penduduk usia tua bukanlah menjadi suatu ancaman apabila mereka tetap produktif. Pemenuhan kebutuhan lansia dapat diimplementasikan dengan pengembangan ruang yang ramah lansia. Prioritas pengembangan akan lebih tepat sasaran apabila dilakukan pada area dengan jumlah penduduk lansia terbanyak di Kota Yogyakarta yaitu Kelurahan Gedongkiwo. Dalam menciptakan kawasan yang ramah lansia, tidak hanya mencakup dari segi aspek sosial masyarakat, namun aspek fisik juga penting untuk dipertimbangkan mengingat lansia memerlukan ruang untuk beraktivitas fisik agar kualitas kesehatan mereka meningkat. Aspek fisik tersebut masih memerlukan banyak perbaikan pada Kelurahan Gedongkiwo. Perencanaan kawasan ramah lansia dari segi rancang kota merupakan solusi dari masalah tersebut. Konsep pada perencanaan ini merupakan elaborasi teori rancang kota dari Shirvani (1985) dan Talen (2009) dengan konsep kawasan ramah lansia menurut WHO (2007), Burton dan Mitchell (2004, 2006), Martinoni dan Sartoris (2009), Bevan dan Croucher (2011), Baldwin (2012) serta teori Universal Design dari Building and Construction Authority Singapore (2007), Ausaid (2014), Salhus (2010). Pembelajaran yang dapat diambil dari perencanaan ini adalah kawasan yang ramah lansia menjadi suatu rekomendasi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh lansia pada lingkungan tempat tinggalnya. Arahan rencana ini juga diharapkan dapat mendukung pemenuhan hak lansia sehingga dapat mendorong partisipasi aktif lansia terhadap pelaksanaan pembangunan sesuai dengan kapasitasnya.

Yogyakarta is city with the highest senior citizen in Indonesia with the age of life expectancy 71,4 year. With this condition Yogyakarta city has a challenge to give more attention to older people because the number of senior citizen are not threat if they are still productive. The need of older people fulfillment can be implemented with development space which is friendly with older people. Meanwhile to development priority will be right targets if it is carried out in area with the highest senior citizen in Yogyakarta city namely in Gedongkiwo Neighborhood. In creating an elderly friendly neighborhood include not only social aspect community but also physical aspect. Physical aspect is important to be considered because older people need a space to do physical activities to increase their health quality. That physical aspect still needs more attention in Gedongkiwo Neighborhood. Providing an elderly friendly neighborhood plan could be the solution to overcome these problems. The concept of this planning is the elaboration between urban design theory from Shirvani (1985) and Talen (2009) with the concept of friendly older people area according to WHO (2007), Burton and Mitchell (2004, 2006), Martinoni and Sartonis (2009), Bevan and Croucher (2011), Baldwin (2012) and Universal Design theory from Building and Construction Authority Singapore (2007), Ausaid (2014), Salhus (2010). Lesson learnt from this planning is that age friendly neighborhood could be a recommendation to overcome the problem faced by older people in their environment place to stay. The directive of this planning is also hoped to support the fulfillment of the older people right so it can propel the older people active participation toward the construction implementation based on the capacity.

Kata Kunci : Ramah, Lansia, Rancang Kota/friendly, elderly, urban design

  1. S1-2016-330140-abstract.pdf  
  2. S1-2016-330140-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-330140-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-330140-title.pdf