Laporkan Masalah

Strategi Smart City Vienna

SHABRINA MAHARDHIKA, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D

2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Pertambahan jumlah penduduk dunia, terutama di perkotaan yang diakibatkan oleh arus urbanisasi menimbulkanberagam masalah terutama terkait daya dukung dan daya tampung kota. Hal ini melatarbelakangi munculnya berbagai strategi pengembangan dan pengelolaan kota sebagai upaya penyelesaian masalah keterbatasan kemampuan kota mengakomodasi kebutuhan penduduknya, salah satunya adalah pengembangan strategi smart city. Perkembangan strategi smart city dilatarbelakangi oleh adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada akhir dekade 1990-2000an. Penelitian terkait strategi smart city menajdi maenarik karena merupakan strategi yang baru dan masih dalam tahap perkembangan. Banyak negara di Eropa yang mengadaptasi strategi tersebut, salah satunya adalah Ibukota Austria, Vienna. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi asus dengan teknik analisis isi pada publikasi yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap strategi smart city Vienna. Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu: 1) mengungkap dan menjelaskan strategi pengembangan Vienna sebagai smart city; 2) menggali faktor-faktor yang memengaruhi strategi smart city di Vienna; dan 3) menarik pembelajaran untuk kota-kota di Indonesia. Strategi smart city Vienna banyak berkaitan dengan isu lingkungan dan penghematan energi, hal ini dilatarbelakangi oleh perhatian dunia dan negaranegara di Eropa termasuk Austria terhadap isu lingkugnan dan perubahan iklim. Kemudian Vienna mengembangkan industry riset sebagai arahan pengembangan smart city dan peningaktan daya saing kota. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi kota pada bidang riset dan pendidikan juga pada inovasi di bidang lingkungan, energi, transportasi dan hunian. Terakhir, Vienna memberikn perhatian yang tinggi pada pengembangan di bidang sosial dengan latar belakang bahwa dampak dari strategi smart city harus mampu dirasakan oleh semua kelompok masyarakat kota. Faktor yang memperangurhi strategi smart city Vienna terbagi atas faktor dominan, yaitu: 1)kondisi pemerintahan Vienna; 2) perkembangan perhatian dunia terutama negara-negara di Eropa terkait isu lingkungan dan perubahan iklim; dan ) modal manusia dan teknologi yang dimiliki Vienna terutama dalam hal riset dan pendidikan. Sementara faktor tidak dominan yaitu: 1) Keanggotaan Austria dalam Uni Eropa dan 2) reputasi internasional Austria dalam hal kualitas hidup yang baik. Pembelajaran yang dapat ditarik oleh kota-kota di Indoesia terkait pengembangan smart city meliputi sektor: 1) pemerintahan, 2) keterhubungan, 3) modal dan kolaborasi, dan 4) sosial budaya.

The world population growth especially in the urban area as the result of urbanization is causing problems on city's carrying capacity. Hence, several strategies were made in order to tackle this problem, one of them is the smart city strategy. Smart city strategy is based on the development of information and communication technology by the end of 1990s to early 2000s. Due to its recent development, smart city strategy is an interesting issue to be reviewed. Many European countries are adapting such strategy, one of them is the capital of Austria, Vienna. This research applies case study method in which the data is gathered using content analysis technique. This research aims to: 1) Describe Vienna's smart city strategy; 2) Identify factors influencing smart city strategy; and 3) Take some lesson learned for smart cities development in Indonesia. Vienna's smart city strategy is greatly affected from energy and environment issues, due to high concern of Europeans Countries including Austria. Vienna also develops research industry as a form of its competitiveness strategy. This strategy is based on Vienna's potential in the field of RnD and education, environment, energy, transportation and housing. Last, Vienna also gives a significant concern on social wellbeing along with the understanding that the smart city strategy should include every citizen. Factors influencing Vienna smart city strategy can be divided into a dominant and less-dominant factors. The dominant factors are: 1) Vienna's government performance, 2) European Countries concern towards environment and climate change, and 3) Vienna's asset on human resources and technology especially in the field of RnD and education. While the less dominant factors are: 1) Austria's membership in the European Union and 2) Vienna's reputation on its quality of life state. Lesson learned that can be applied in Indonesian cities who are aiming to develop smart city strategy are in the context of 1) governance sector, 2) connectivity and mobility, 3) capital and collaboration and 4) social-cultural sector.

Kata Kunci : Vienna, smart city, strategi, faktor

  1. S1-2016-333520-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333520-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333520-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333520-title.pdf