Evaluasi Anggaran Perspektif Gender untuk Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Pedagang Perempuan di Pasar Tradisional ( Studi Kasus Alokasi Anggaran Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Tahun 2013 - 2015 )
PUNTO WIDYANTORO, Dr. Ambar Widaningrum
2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)ABSTRAK Anggaran perspektif gender merupakan salah satu instrumen penilaian anggaran dalam rangka meningkatkan kesetaraan dan keadilan antara laki - laki dan perempuan. Penelitian ini akan menilai tentang anggaran Dinlopas Kota Yogyakarta apakah memiliki perspektif gender untuk mewujudkan keadilan bagi kaum perempuan sebagai pedagang di pasar tradisional. Ketidakadilan yang dirasakan oleh kaum perempuan dimulai sejak terbatasnya sektor kerja yang kondusif bagi perempuan. Kemudian muncul pasar tradisional sebagai kesempatan bagi perempuan untuk memperoleh penghasilan yang kondusif dengan sifat perempuan, akan tetapi perkembangan aktifitas di pasar tradisional semakin melemah. Hal ini berakibat terancamnya kaum perempuan untuk tidak kembali memiliki kesempatan dalam memperoleh pendapatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakadilan yang dihadapi oleh kaum perempuan di pasar tradisional dapat diminimalisir dengan pelaksanaan anggaran yang memiliki perspektif gender. Penelitian ini utamanya yaitu menilai sebuah anggaran menggunakan perspektif gender pada anggaran Dinlopas Kota Yogyakarta sesuai dengan Permendagri No.15 Tahun 2008. Penilaian anggaran perspektif gender dilakukan menggunakan dua pendekatan yaitu, Analisis Anggaran Responsif Gender dan Evaluasi Program Responsif Gender. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa berdasarkan kategori ARG anggaran Dinlopas memiliki program yang responsif gender, akan tetapi pada proses implementasinya belum berjalan menyeluruh di pasar tradisional, sehingga manfaat dan dampak dari program responsif gender belum dapat dirasakan oleh pedagang di pasar tradisional. Hingga saat ini, pasar tradisional masih merupakan sektor kerja yang didominasi oleh kaum perempuan, akan tetapi sektor tersebut belum dapat membawakan kesejahteraan bagi perempuan.
Abstract Budget gender perspective is one of budgetary assessment instruments in order to improve equality between male and female. This study will assess on a budget Dinlopas Yogyakarta whether gender perspective of equaty for women as traders in traditional markets. Inequaty felt by women began limited job sector that is conducive to women. Then came the traditional market as an opportunity for women to earn income that is conducive to the nature of women, but the development of activities in traditional markets weakened. This resulted in threats to women not to return to have the opportunity to earn income. This study concluded that the injustice faced by women in traditional markets can be minimized with the implementation of the budget with gender perspective. This study primarily of assessing a budget using a gender perspective on the budget Dinlopas city of Yogyakarta in accordance with Regulation 15, 2008. Rate budget gender perspective carried out using two approaches, Gender Responsive Budget Analysis and Evaluation of Gender Responsive Program. The results of this study stated that by category ARG Dinlopas budget has a gender-responsive programs, but on a thorough implementation process has not run in the traditional markets, so that the benefits and impact of gender responsive programs can not be perceived by traders in traditional markets. Until now, the traditional markets is still a work sector that is dominated by women, but the sector has not been able to bring well-being for women.
Kata Kunci : Kata Kunci : Anggaran Perspektif Gender, Ketidakadilan, Kaum Perempuan di Pasar Tradisional Yogyakarta