Laporkan Masalah

HIBRIDITAS BUDAYA AMERIKA: STUDI TRANSNASIONAL MUSIK RAP PADA MASYARAKAT MANGGARAI DI NUSA TENGGARA TIMUR

ANS PRAWATI Y, Prof.Dr. Ida Rochani Adi, S.U. ; Prof.Dr. Victor Ganap, M.Ed

2016 | Disertasi | S3 Pengkajian Amerika

Pada tahun 2007, masyarakat Manggarai mulai mengenal rap melalui siaran radio. Popularitas rap lokal mendorong munculnya kelompok rap dan rapper yang mengangkat tema-tema lokal, mempergunakan langgam dan musik setempat, serta mempergunakan bahasa atau dialek lokal dalam liriknya. Disertasi ini mengambil lingkup penelitian Manggarai sebagai kesatuan budaya yang terdiri dari tiga daerah administratif yaitu Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur serta menggunakan lagu-lagu rap yang diproduksi pada tahun 2007-2013. Disertasi ini berbicara tentang hibriditas budaya Amerika dalam musik rap Manggarai yang meliputi dinamika perkembangan musik rap Amerika, perkembangannya di Indonesia, dan keterhubungan antara elemen-elemen musik tradisional Manggarai dengan elemen-elemen rap Amerika, dan konstruksi serta kontestasi antara ruang-ruang realitas dan imajinasi dalam rap Manggarai. Untuk menganalisis persoalan-persoalan hegemoni di atas dipergunakan konsep hibriditas oleh Canclini dan bentuk apropriasi dan adaptasinya ditinjau dari konsep cultural reterritorialization dari James Lull. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hibriditas budaya Amerika dalam musik rap Manggarai terjadi akibat faktor eksternal dan internal. Faktor ekternal berupa media massa, teknologi musik, dan internet. Faktor internal yang mempermudah apropriasi dan adaptasi dengan budaya lokal berupa konektivitas tema, langgam, dan cara penyampaian. Munculnya rap lokal dengan sistem indie menyebabkan terjadinya kontestasi dengan musik rap global yang didukung oleh kekuatan industri musik arus utama. Otentisitas dalam rap dengan menggunakan tempat dan ruang menimbulkan konsep realitas dan imajinasi dalam tema-tema yang diangkat oleh rapper. Realitas dalam rap Manggarai adalah pengalaman kolektif masyarakat yang dialami dalam kehidupan sehari-hari, sementara imajinasi adalah tema-tema tentang berbagai persoalan di daerah urban yang tidak ditemui dalam kehidupan warga Manggarai. Imajinasi juga bentuk persepsi rapper Manggarai yang tinggal di wilayah urban tentang kehidupan rural di kampung halamannya. Perbedaan konsep tentang Manggarai antara rapper yang tinggal di daerah rural dan urban menyebabkan kontestasi antara realitas dan imajinasi dalam rap Manggarai.

In 2007, the community in Manggarai began to recognize rap through radio broadcasts. Popularity of local rap encouraged the emergence to various groups of rap and rapper that explore themes, styles and music, as well as the use of local languages or dialects in the lyrics. This dissertation taking the scope of the research of Manggarai as a cultural unity that consists of three administrative regions, namely Manggarai, West Manggarai and East Manggarai and uses rap songs which are produced in 2007-2013. This dissertation discusses a form of hybridity represented by American cultural elements in Manggarai rap music which includes the dynamic development of rap music in America, its development in Indonesia, the connection between the elements of Manggarai traditional music and the elements of American rap, and the construction of and the contestation between the spaces of reality and those of imagination in Manggarai rap. The analysis of the aforementioned subjects is based on the concept of hybridity defined by Canclini and the forms of its appropriation and adaptation as addressed by the description of cultural reterritorialization proposed by James Lull. The results show that the hybridity created by American cultural elements in Manggarai rap music is enabled by external and internal factors. The external factors include mass media, music technology, and the Internet. The internal factors that facilitate the appropriation and adaptation of American cultural elements into the local culture are the connectivities of theme, style, and methods of delivery. The emergence of local rap supported by an independent system has created a contestation against rap music backed by the power of mainstream music industry. Authenticity in rap using places and spaces leads to the concept of reality and imagination in themes raised by rapper. Reality in Manggarai rap is the collective experience of people in everyday life, while imagination is the themes of various problems in urban areas that are not found in the lives of Manggaraian as well as perceptions of Manggarai rappers who live in urban areas about rural life in his hometown. The difference between the concept of Manggarai rappers living in rural and urban areas lead to contestation between reality and imagination in Manggarai rap.

Kata Kunci : Hibriditas, Amerika, Transnasional, Rap, Manggarai, Hybridity, America, Transnational, Rap, Manggarai

  1. S3-2016-341202-abstract.pdf  
  2. S3-2016-341202-bibliography.pdf  
  3. S3-2016-341202-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2016-341202-title.pdf