Representasi Kolom Female dalam Media Online Kompas.com
YELLY ELANDA, Prof.Dr. Partini
2016 | Tesis | S2 SosiologiMedia dipandang sebagai alat kuasa dari tangan penguasa (kapitalis) untuk menyebarluaskan wacana pembentuk citra tubuh. Media online banyak diminati oleh masyarakat karena kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh informasi. Media online Kompas.com memiliki kolom female dimana kolom tersebut banyak membahas masalah kecantikan. Melalui berita kecantikan kolom female mengkonstruksi citra tubuh. Kolom female juga mengkaitkan antara tubuh dan lingkungan sosialnya yakni dalam hal percintaan, pola asuh anak dan dalam hal karier. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mengidentifikasi representasi kolom female media online Kompas.com. Mengetahui representasi tubuh perempuan dan laki-laki dalam kolom female. Mengidentifikasi dan membongkar ideologi citra tubuh yang diwacanakan oleh kolom female melalui teks berita. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis dengan model pendekatan perubahan sosial yang diutarakan oleh Norman Fairclough. Penelitian ini dilakukan hanya pada level mikro (level teks) yang terbit pada kolom female media online Kompas.com dari bulan oktober hingga desember 2014 dan januari hingga maret 2015 dengan 128 pemberitaan. Hasil penelitian adalah kolom female dalam media online Kompas.com yang senyatanya merupakan ruang untuk mengakomodir kepentingan perempuan justru membentuk citra tubuh laki-laki dengan mengenalkan cowok metroseksual. Media dengan oplah terbesar seharusnya memberikan edukasi bagi perempuan justru menjebak perempuan dalam wacana kecantikan dan citra tubuh dengan menjadikan perempuan sebagai objek konsumtif. Iron maiden digambarkan dengan sosok variatif dengan hanya mengandalkan kecantikan fisik, tanpa melihat inner beauty. Padahal sosok iron maiden dengan kecantikan natural tidak pernah ada dalam dunia nyata. Sosok yang berbeda dari iron maiden mendapatkan pelabelan tertentu. Tulisan di kolom female hanya muatan dari kepentingan kapitalis dalam mengkonstruksi kecantikan secara subjektif. Perempuan telah diakomodir untuk masuk dalam dunia karier. Namun masih dijebak dengan pentingnya citra tubuh dalam hal karier dan percintaan serta menjadi role model bagi anaknya. Hal ini menjadikan perempuan terhambat dalam dunia kariernya. Perempuan masih dianggap sebagai liyan dan masih terkekang dalam dunia domestik. Berita dari kolom female masih memperlihatkan betapa kuatnya ideologi kapitalis dan budaya patriarkhi. Apa pun yang dicitrakan pada perempuan masih selalu dikaitkan dengan perannya di sektor domestik.
The media is seen as a means of power from the hands of the (capitalist) to disseminate the discourse forming body image. Online media much in demand by the public because the speed and easy to obtaining the information. Kompas.com has a female column where the column much discussed problem of beauty. Through Kompas.com beauty news constructing body image. Kompas.com also discussed beauty in terms of romance, parenting and career. The purpose of this study was to determine and identify the representation of column female Kompas.com column. Knowing the body representation of women and men by Kompas.com in the female column. Identify and dismantle ideological discourse body image by kompas.com. This study uses a model of critical discourse analysis approach to social change by Norman Fairclough. This research was carried out only at the micro level (text level) which rises from Kompas.com of the October to December 2014 and January to March 2015 with 128 reports. The results of the study are female column in the online media Kompas.com which actually comprise the space to accommodate the interests of women actually form the image of a man's body by introducing a metrosexual guy. Media with the largest circulation should provide education for women may trap women in the discourse of beauty and body image by making women as objects of consumption. Iron Maiden described by the figure varied by only relying on physical beauty, without seeing inner beauty. Though the figure of Iron Maiden with natural beauty never existed in the real world. The figure differs from Iron Maiden to get specific labeling. The writing on the female column only the charge of capitalist interests in constructing the beauty subjectively. Women have been accommodated to enter the career world. But there are still trapped by the importance of body image in terms of career and romance as well as a role model for his son. It makes a world of women hampered in his career. Women are still regarded as otherness and still locked into the domestic world. News from the female column still shows how powerful ideology of the capitalist and patriarchal culture. Whatever imaged on women are still always associated with his role in the domestic sector.
Kata Kunci : Media, Kecantikan, Representasi, Citra Tubuh, Ideologi, Wacana