Konstruksi dan Imajinasi Ruang Dalam Pertunjukan Saidja dalam Kolaborasi Papermoon Puppet Theatre dan Het Volksoperahuis
MUHAMMAD A. BA'ASYIN, Dr. Lono Lastoro Simatupang, M.A. ; Dr. Nur Sahid, M.A.
2016 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaPenelitian terhadap pemanfaatan ruang dalam pertunjukan Saidja menggunakan teori Erving Goffman, Amos Rappoport, dan Paul Riceour menunjukkan bahwa tata panggung dapat dimanfaatkan sebagai mnemonic device yang menunjukkan relasi antara masa kini dan masa lalu pada satu ruang. Pertunjukaan Saidja memanfaatkan ruang panggung untuk mendekatkan atau menjauhkan jarak antara narasi verbal dan peristiwa yang berlangsung di panggung. Penelitian ini membaca bagaimana ruang pertunjukan yang relatif tidak banyak berubah, bisa menghadirkan banyak �¢ï¿½ï¿½lokasi�¢ï¿½ï¿½ di dalam peristiwa yang ditampilkan. Data yang muncul di panggung, dalam bentuk visual dan auditif, ditata mengikuti pembagian Tadeusz Kowzan pada jenis-jenis elemen tanda yang hadir dalam pertunjukan teater. Data tersebut dibaca dengan menggunakan teori tentang lingkungan, ruang dan ingatan. Berangkat dari ruang yang dihadirkan dan dikonstruksi pada pertunjukan Saidja, penelitian ini membaca makna yang muncul dari penataan ruang pertunjukan, dari pilihan-pilihan tata ruang yang nampak pada visual pertunjukan
Research on how the stage space used on staging Saidja using theories from Erving Goffman, Amos Rappoport, dan Paul Riceour shows that the space on the stage was used as mnemonic device as tools to relating past and present on one area or on one story. Saidja performance uses the space on the stage to creating or closing gap between verbal narrative and the performative act on the stage. This research reads how the static stage on the whole course of performance create visual imagination series of �¢ï¿½ï¿½locations�¢ï¿½ï¿½ of the past and present. Applying Tadeusz Kowzan�¢ï¿½ï¿½s theory of sign divisions on theatre performance to Saidja performance for encrypting auditive and visual signs used to constructing imagination of every locations appeared on the performance. The data analyzed using theories on environment, space and memory. This research concludes the meaning of the construction of stage space to create visual imagination of fiction locations, and how its affecting the meaning of the performance itself.
Kata Kunci : Ruang, Ingatan, Pemanggungan, Mnemonic device, Space, Memory, Staging