Hook-up Kelompok LGBT dalam Relasi Friends with Benefit di Media Sosial Whisper
AISSYAH DWI F, Dr. Dian Arymami, S.IP., M.Hum.
2022 | Tesis | MAGISTER KAJIAN BUDAYA DAN MEDIAHook-up sebagai tanda transisi kehidupan sosial dari yang dianggap tabu, menjadi suatu hal yang biasa, terutama bagi kelompok muda. Tidak hanya kelompok heteroseksual saja, melainkan kelompok LGBT juga menjalani hubungan seksual penetratif untuk memenuhi kepuasan seksual. Dilakukan dengan termediasi melalui media sosial Whisper, hook-up tidak hanya sekedar sebagai kenikmatan fisik semata melainkan sebagai bentuk adanya kesenangan sesama partner dan keterbukaan diri antara satu sama lain. Kemudahan dalam pencarian partner untuk melakukan hook-up dalam lingkup kelompok LGBT, akibat dari efek modernitas yang kian merasuk ke segala aspek kehidupan manusia termasuk salah satunya muncul dalam relasi friends with benefit yang berjalan layaknya konsep-konsep yang didukung oleh mcDonaldisasi yang dicetuskan oleh Ritzer serta membentuk hubungan yang berjalan kian berpindah di era modernitas cair, menggunakan konsep relasi keintiman Zygmunt Bauman yaitu liquid love. Penulis mendapatkan data sebanyak empat orang partisipan, berasal dari dua kota besar di Indonesia yaitu Bandung dan Yogyakarta. Penulis melihat bahwa percepatan arus modernitas membawa perubahan bagi kelompok LGBT dalam berinteraksi, tidak hanya sekadar pertemanan biasa melainkan masuk dalam relasi FWB hingga membentuk kesepakatan dengan mudahnya melakukan hook-up. Esensi dari sebuah hubungan tidak lagi sebagai ungkapan bentuk kasih sayang, relasi keintiman yang terjalin dari masing-masing partner hanya sekadar pemenuhan kebutuhan biologis, dimana seks tidak lagi memiliki nilai ikatan cinta.
Hook-ups as a sign of transition in social life from what is considered taboo to becoming a common thing, especially for young people. Not only heterosexual groups, but LGBT groups also undergo penetrative sexual relations to fulfill sexual satisfaction. Done mediated through the Whisper social media, hook-ups are not just for physical enjoyment but as a form of mutual pleasure among partners and self-disclosure between one another. Ease in finding partners to hook-up within the scope of the LGBT group is a result of the effects of modernity which are increasingly permeating all aspects of human life, including one that appears in the relationship of friends with benefits which works like the concepts supported by McDonaldization initiated by Ritzer and form a relationship that moves increasingly in the era of liquid modernity, using Zygmunt Bauman's concept of intimacy, namely liquid love. The writer obtained data from four participants, coming from two major cities in Indonesia, namely Bandung and Yogyakarta. The writer see that the acceleration of modernity has brought changes to LGBT groups in interacting, not just being friends but entering FWB relationships to form agreements with easy hook-ups. The essence of a relationship is no longer an expression of affection, the intimate relationship that exists between each partner is merely the fulfillment of biological needs, where sex no longer has the value of a bond of love.
Kata Kunci : Hook-up, Friends with Benefit, Whisper, LGBT dan McDonaldisasi.