RESISTENSI TERHADAP HEGEMONI AMERIKA MELALUI SASTRA DIASPORA : KAJIAN EKOKRITIK POSKOLONIAL TERHADAP SASTRA AMERIKA HAWAII
KRISTIAWAN I, Prof. Ida Rochani Adi, S.U ; Drs. Muh. Arif Rokhman, P.h.D
2021 | Disertasi | DOKTOR PENGKAJIAN AMERIKAPenelitian ini menganalisis isu lingkungan yang direfleksikan dalam sepuluh novel Amerika-Hawaii melalui keterkaitan antara eksploitasi alam dan marginalisasi penduduk asli. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kesusasteraan Amerika-Hawaii merefleksikan keberadaan proses imperialisme ekologis dalam lanskap masyarakat Hawaii, penolakan mereka terhadap fenomena ini, mempertanyakan tujuan di balik penolakan tersebut. Obyek penelitian ini adalah sepuluh novel Amerika-Hawaii yang ditulis dalam kurun waktu tahun 1959 sampai dengan 2013. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekokritik poskolonial yang dilaksanakan di dalam perspektif Pengkajian Amerika yang posnasional. Landasan teoretis penelitian ini adalah teori imperialisme ekologis sebagaimana diajukan oleh Serpil Oppermann dan Val Plumwood, dan juga penolakan terhadap konsep ini melalui cara pandang masyarakat pribumi tentang alam. Penelitian ini memposisikan karya sastra sebagai mental evidence terhadap konsepsi masyarakat Amerika-Hawaii terkait posisi alam. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa (1) karya sastra Amerika-Hawaii merefleksikan prosess imperialisme ekologis melalui dua tema utama. Pertama, alam diposisikan sebagai simbol keterbelakangan dan perlunya misi pembangun peradaban di bawah superioritas pengetahuan Barat. Kedua, lanskap yang sebagaimana direpresentasikan dalam novel Amerika-Hawaii menjadi bagian dari proses kolonialisme melalui objektifikasi alam di dalam pandangan antroposentris. (2) Proses imperialisme ekologis yang menandakan alam sebagai obyek pasif ditentang melalui rekonsepsi alam sebagai agen aktif. Novel Amerika-Hawaii menggunakan personifikasi fenomena alam sebagai karakter aktif dalam narasi sebagai penolakan terhadap objektifikasi alam di dalam perspektif kulit putih. Di samping itu, karya sastra Hawaii-Amerika mengartikulasikan konsepsi para penduduk kepulauan tersebut terhadap paham aloha aina, cinta dan rasa hormat terhadap tanah dan entitasnya sebagai afirmasi bahwa alam merupakan bagian dari keluarga/ohana Hawaii. Terakhir, (3) penelitian ini berargumentasi bahwa isu lingkungan dalam kesusasteraan Amerika-Hawaii ditempatkan sebagai suatu artikulasi identitas Kanaka Maoli dan juga sebagai ajang resistensi politik mereka di bawah belenggu dominasi Amerika. Kedekatan dengan tanah tidak lagi dipandang sebagai bentuk keterbelakangan para penduduk pribumi melainkan sebagai bagian integral dari identitas mereka. Pemaparan ini ditempatkan sebagai corak pembeda identitas asli Hawaii dengan identitas kaum putih / haole. Berikutnya, isu lingkungan dalam novel Amerika-Hawaii menyoal persoalan kepemilikan tanah sebagai simbol resistensi politik untuk merengkuh kedaulatan. Berdasarkan pada analisis, penelitian ini mengambil kesimpulan bahwa bentuk hegemoni selalu berakhir dengan resistensi.
This dissertation problematizes environmental issues reflected in selected Hawaiian-American novels by underlying the connection between exploitation of nature and marginalization of the indigenous people. This study explores how Hawaiian-American literature reflects the existence of ecological imperialism in Hawaiian archipelago, their resistance towards this phenomenom, and questioning the reasoning behind the resistance. The objects of study are ten contemporary Hawaiian-American literature which ranges from 1959-2013. The framework of this dissertation is postcolonial ecocriticism, an area of intersection between ecocritical framework and postcolonial thought which is conducted under the umbrella of post-national American Studies. The theoretical framework is ecological imperialism, as theorized by Serpil Oppermann and Val Plumwood and also the resistance toward this concept through indigenous knowledge of nature. This study positions literature as the mental evidence for the Hawaiian-American conception of thoughts concerning nature. The study found that (1) Hawaiian-American literature reflects the process of ecological imperialism through two major themes. First, nature is positioned as the symbol of islanders backwardness and the necessity to be civilized under the superiority of Western knowledge. Secondly, the landscape as represented in Hawaiian-American literature borne witness to the legacy of colonialism, in which nature is objectified under the anthropocentric outlook. (2) The process of ecological imperialism which designates nature as passive object is challenged through the reconception of nature as an active agent. Hawaiian-American literature employs personification of natural phenomena as an active character in the narration, which rejects the notion of nature as passive objects in Western conception. Secondly, Hawaiian-American literature articulates the islanders conception of aloha aina, love and respect for the land and its entities as an affirmation that land is considered part of the Hawaiian family/ohana. Lastly in (3), this dissertation argues that environmental issues in Hawaiian-American literature is positioned as an articulation of Kanaka Maoli identity and also the avenue for their political resistance under the yoke of American domination. The closeness toward the land is no longer seen as a sign of the islandersprimitive nature but is an integral part of their identity, which is contrasted with the whites/haole identity. Lastly, environmental issues in Hawaiian-American literature, mainly deals with the possession of the land reflects indigenous political resistance to achieve sovereignty. Based on the analysis, this dissertation concludes that any form of hegemony always results in resistance toward it.
Kata Kunci : Sastra Amerika-Hawaii, wacana kolonial, imperialisme ekologis, ekokritik poskolonial, hegemoni