Konsep Bermukim Masyarakat Suku Dayak Kenyah di Kelurahan Budaya Pampang Kota Samarinda
PUPUT WAHYU BUDIMAN, Prof. Ir. Sudaryono., M.Eng., Ph.D.,IPU.
2021 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKelurahan Budaya Pampang merupakan salah satu kawasan di Kota Samarinda yang memiliki sejarah, budaya, tradisi dan permukiman yang unik karena mengandung nilai - nilai kearifan lokal dalam pembentukannya. Nilai - nilai ini terkandung dalam falsafah hidup masyarakat yang tercermin dalam aktivitas sosial budaya sehari - hari mempengaruhi pembentukan suatu lingkungan permukiman suku Dayak Kenyah yang memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari asalnya sehingga menghasilkan pertanyaan penelitian yaitu konsep apakah yang melandasi nilai - nilai tersebut yang mempengaruhi budaya dan bentuk permukiman suku Dayak Kenyah di Kelurahan Budaya Pampang. Adapun penelitian ini bertujuan menemukan konsep lokal yang mengandung nilai - nilai kearifan lokal dalam bermukim yang melandasi terbentuknya permukiman sehingga nilai dan konsep yang digali dapat menjadi masukan bagi perkembangan penataan ruang di Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian Ini adalah metode induktif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi guna menemukan makna apa yang terkandung dalam suatu fenomena yang tampak. Hasil penelitian menunjukan bahwa falsafah uyen tiga menjadi landasan dalam bermukim yang tercermin dalam nilai - nilai yang membentuk ruang - ruang permukiman masyarakat suku Dayak Kenyah di Kelurahan Budaya Pampang. Falsafah ini terdiri dari uyen tiga nangaliku kelunan (hubungan suku Dayak Kenyah dengan suku bangsa lain, Sang Pencipta dan alam sekitar) dan uyen tiga nangaliku panaq (hubungan sesama suku Dayak Kenyah). Uyen tiga nangaliku kelunan membentuk ruang - ruang permukiman secara makro (makrokosmos) dan uyen tiga nangaliku panaq membentuk ruang - ruang permukiman secara mikro (mikrokosmos).
Pampang Cultural Village is the areas in Samarinda which has a unique history, culture, tradition and settlement because it contains local values in its formation. These values are contained in the people's philosophy of life which are reflected in their daily socio-cultural activities which influence the formation of a settlement environment for the Dayak Kenyah tribe which has its own distinct characteristics that are different from their origin that produce research questions, what concept that underlies these values that influence the culture and form of the Dayak Kenyah tribal settlements. This research aims to find local concepts that contain the values of local wisdom in living which underlie the formation of settlements so that the values and concepts that are explored can become input for the development of spatial planning in East Kalimantan. The research method that will be used in this research is a qualitative inductive method with a phenomenological approach to find the meaning contained in a visible phenomenon. The results showed that the philosophy of uyen tiga became the basis for living which was reflected in values that formed the residential spaces of the Dayak Kenyah people in the Pampang Culture Village. This philosophy consists of uyen tiga nangaliku kelunan (the relationship between the Dayak Kenyah and other ethnic groups, the Gods and environtment) and uyen tiga nangaliku panaq (relations among Dayak Kenyah tribes). Uyen tiga nangaliku kelunan form residential spaces in a macro (macrocosm) and uyen tiga nangaliku panaq spaces form micro-residential spaces (microcosm).
Kata Kunci : Kelurahan Budaya Pampang, konsep bermukim, uyen tiga/Pampang Cultural Village, living concept in settlement, uyen tiga