Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Norma, Persepsi Keadilan Pajak, dan Kepercayaan Kepada Pemerintah Terhadap Kepatuhan Suka Rela Wajib Pajak (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Yogyakarta)

AMELIA AMANDA J, Singgih Wijayana, S.E., M.Sc., Ph.D.

2020 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Misi pertama Direktorat Jenderal Pajak selaku otoritas pajak di Indonesia adalah untuk mengumpulkan penerimaan berdasarkan kepatuhan suka rela yang tinggi dan penegakan hukum yang adil. Namun demikian, tren penerimaan pajak selama lima tahun terakhir masih menunjukkan shortfall atau melesetnya realisasi dari target pajak pada setiap tahun. Salah satu upaya untuk meningkatkan kepatuhan suka rela dapat dilakukan dengan memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan wajib pajak. Literatur mengenai faktor ekonomi sebagai penentu kepatuhan suka rela terbukti belum mampu menjadi prediktor perilaku wajib pajak secara optimal. Di sisi lain, moral dan dinamika sosial dipercaya turut berperan penting sebagai determinan kepatuhan suka rela. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosial yang memengaruhi kepatuhan suka rela. Secara khusus, penelitian ini menguji pengaruh norma yang terdiri dari norma personal, norma injungtif, norma subjektif, dan norma deskriptif, persepsi keadilan pajak, dan kepercayaan kepada pemerintah terhadap kepatuhan suka rela wajib pajak. Pengumpulan data dilakukan secara daring kepada Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Yogyakarta dengan menggunakan teknik purposive dan convenience sampling. Jumlah data sebanyak 124 dalam penelitian ini diolah dengan metode analisis data Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma injungtif dan persepsi keadilan pajak memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepatuhan suka rela wajib pajak. Sementara itu, norma personal, norma subjektif, norma deskriptif, dan kepercayaan kepada pemerintah tidak berpengaruh bagi kepatuhan suka rela wajib pajak.

Directorate General of Taxes as the tax authorities in Indonesia stated that its first mission is to collect revenue based on high voluntary compliance and fair law enforcement. Even so, the trend of tax revenue over the past five years still indicates shortfall, a condition when the tax revenue realization does not meet the initial target. One of the ways to increase voluntary tax compliance is through understanding factors that influence taxpayer decisions. Existing literature that stresses the economic factors as a determinant of voluntary tax compliance still fails to optimally predict taxpayer compliance decisions. On the other hand, moral and social dynamics are believed to play an important role as a determinant of voluntary compliance. Therefore, this study is conducted to further examine the influence of social factors on taxpayer voluntary compliance. Particularly, this research examines the influence of norms that consists of the personal norm, injunctive norm, subjective norm, and descriptive norm, perception of tax fairness, and trust in government on taxpayer voluntary compliance. Data collection was carried online to individual taxpayers registered at Yogyakarta Tax Office using purposive and convenience sampling techniques. 124 data were analyzed in this study using the Structural Equation Modelling-Partial Least Squares (SEM-PLS) method. This research concludes that injunctive norms and perception of tax fairness have a positive and significant influence on taxpayer voluntary compliance. Meanwhile, this research also finds that personal norm, subjective norm, descriptive norm, and trust in government does not have any influence on taxpayer voluntary compliance.

Kata Kunci : Kepatuhan suka rela, norma, keadilan pajak, kepercayaan kepada pemerintah, perilaku wajib pajak

  1. S1-2020-393209-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393209-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393209-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393209-title.pdf