Laporkan Masalah

ANALISIS PERAN INDUSTRI KREATIF SUBSEKTOR KULINER TERHADAP PERKEMBANGAN SENTRA GUDEG WIJILAN DI KOTA YOGYAKARTA

YAUMILNA ABRAR, Joni Purwohandoyo S.Si., M.Sc

2020 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

ANALISIS PERAN INDUSTRI KREATIF SUBSEKTOR KULINER TERHADAP PERKEMBANGAN SENTRA GUDEG WIJILAN DI KOTA YOGYAKARTA Oleh: Yaumilna Abrar (16/393538/GE/08286) INTISARI Perkembangan Sentra Gudeg Wijilan di Kota Yogyakarta telah berlangsung sejak tahun 1946. Gudeg sebagai makanan khas tradisional Kota Yogyakarta masih mempertahankan unsur tradisionalitas yang tinggi. Gudeg masuk ke dalam subsektor kuliner yang merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif di Indonesia. Peran industri kreatif dapat dilihat pada perkembangan Sentra Gudeg Wijilan yang berkembang hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik industri kreatif, menganalisis pengaruh yang ditimbulkan pada kondisi ekonomi pelaku usaha, dan menganalisis inovasi yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk berkembang dalam industri kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur, in depth interview, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif, tabel, dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran industri kreatif belum terlihat secara keseluruhan. Seluruh karakteristik subsektor kuliner telah dimiliki oleh sentra gudeg, tetapi sentra gudeg hanya memiliki dua dari empat kriteria industri kuliner sehingga belum dapat dikatakan masuk ke dalam industri kuliner. Perkembangan sentra gudeg telah memberikan dampak kepada kondisi ekonomi pelaku usaha melalui pemenuhan konsumsi RT. Pendapatan kotor harian terendah sebesar Rp500.000,00 dan tertinggi sebesar Rp6.000.000,00. Beberapa pelaku usaha mengalami penurunan pendapatan yang secara umum disebabkan karena adanya faktor, seperti bencana alam, mahalnya bahan baku, menurunnya selera konsumen, dan munculnya produk kuliner tradisional, dan produk lokal lain. Sebagian pelaku usaha sudah menerapkan inovasi. Inovasi organisasi menjadi inovasi yang paling banyak diterapkan, sedangkan inovasi input dan proses produk paling sedikit dilakukan. Inovasi penyajian ruang dan pemasaran menjadi inovasi yang dapat meningkatkan jumlah permintaan konsumen.

ANALYSIS OF THE CREATIVE INDUSTRY ROLE OF THE CULINARY SUBSECTOR ON THE GROWTH OF SENTRA GUDEG WIJILAN IN YOGYAKARTA CITY By: Yaumilna Abrar (16/393538/GE/08286) ABSTRACT The growth of Sentra Gudeg Wijilan in Yogyakarta City has been going on since 1946. Gudeg as a traditional food of Yogyakarta City still maintaining high traditionalistic element. Gudeg is one of many product from the culinary subsector in the creative economy in Indonesia. The role of the creative industry can be seen in the growth of the Sentra Gudeg Wijilan which is currently still developing. This research aims to identify the characteristics of the creative industries, analyze the impact on the economic condition of merchan, and analyze the innovations made by merchan to thrive in the industry. This research uses descriptive approach with qualitative and quantitative methods. Data are collected with structured interviews, in-depth, observation, and documentation. Descriptive, tables, and diagrams are used as techniques of analysis. The study showed that the role of creative industry has not been seen as a whole. All the characteristics of culinary subsector are owned by Sentra Gudeg Wijilan, but the Gudeg's center only has two out of four culinary industry criteria, which is insufficient to be characterized as a culinary industry. The growth of the Gudeg's center has impact on the economic condition of the merchan through the fulfillment of households consumption. The lowest daily gross income is IDR 500,000.00 and the highest is IDR 6,000,000.00. Some merchant run into decreased income caused by some factors, such as natural disasters, the high cost of raw materials, decreased consumer taste, and emergence of the others traditional culinary and local product. All of the merchans have applied innovation. Organizational innovation is the most applied innovation, whereas the innovation from product input and the process are the least carried out. The study also shows that innovation on product display of the space and marketing can increase the number of consumer demand.

Kata Kunci : Kata kunci: Industri Kreatif, Kondisi Ekonomi Pelaku Usaha, Inovasi/Keywords: Creative Industries, The Economic Condition of Merchant, Innovations

  1. S1-2020-393538-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393538-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393538-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393538-title.pdf