PENGELOLAAN KEUANGAN PUBLIK ISLAM (ZISWAF) : STRATEGI DOMPET DHUAFA DALAM MEWUJUDKAN KEUANGAN INKLUSIF DI YOGYAKARTA
Annisa Anurgrah, Drs. AG Subarsono, M.Si., M.A
2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui terobosan pelayanan Dompet Dhuafa Yogyakarta terhadap para donatur dan penerima manfaat dalam pengelolaan ZISWAF sehingga dapat mendorong inklusi keuangan. Dilatarbelakangi oleh buruknya kemiskinan serta tingginya gini rasio D.I. Yogyakarta pada September 2018 maka dilakukan penelitian dengan melihat fenomena gerakan sosial ekonomi kontemporer berupa filantropi kreatif. Hal unik dalam fenomena filantropi kontemporer adalah temuan dari penelitian Puskas BAZNAS pada 2016 menyatakan bahwa ZISWAF mampu memoderasi kesenjangan sosial dan berperan sebagai instrumen inklusi keuangan yang berakibat pada tumbuhnya perekonomian. Metode penelitian yang digunakan meliputi pendekatan penelitian studi kasus (kualitatif), teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu interview, observasi, dan dokumentasi yang kemudian ditriangulasi dengan metode sumber. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah suistainable economic and social developmnent menurut M Adil Khan (1996) yang digunakan sebagai patokan terhadap capaian filantropi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi akibat dari adanya praktik pengelolaan ZISWAF oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta di samping menganalisis indikator filantropi kreatif, sistem kontrol manajemen, serta prinsip inklusi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengelolaan ZISWAF berbasis filantropi kreatif oleh LAZNAS Dompet Dhuafa Yogyakarta dapat mencapai keberhasilan karena adanya strategi yang sistematis dalam memberikan pelayanan kepada donatur maupun penerima manfaat. Adapun strategi yang dilakukan guna mendorong inklusi keuangan antara lain : (1) mewujudkan lima strategi economic development dalam proses pemerataan pendapataan, (2) adanya sistem kontrol manajemen dalam memberdayakan miskin produktif dalam kerangka pengentasan kemiskinan, serta (3) adanya laporan konsilidasi dalam pengukuhan pengelolaan ZISWAF dalam kerangka stabilitas sistem keuangan. Terakhir dapat diketahui bahwa praktik penghimpunan dan pendayagunaan ZISWAF telah memenuhi kesembilan prinsip inklusi keuangan. Tercapainya seluruh prinsip inklusi keuangan di dalam penghimpunan maupun pendayagunaan ZISWAF tidak terlepas dari adanya komitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal selaku lembaga filantropi keagamaan yakni prinsip syariah Islam yang mengabaikan segala hambatan baik dalam orientasi kinerja, sistem pengelolaan keuangan, penentuan jejaring hingga perlindungan partisipan yang sejalan dengan prinsip ekonomi yang berorietasi pada rakyat. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa adanya lembaga filantropi kreatif dalam pengelolaan keuangan publik Islam khususnya ZISWAF telah mendorong inklusi keuangan dengan pola ekonomi kerakyatan
This study aims to determine the breakthrough of the Dompet Dhuafa Yogyakarta service to donors and beneficiaries in managing ZISWAF so as to encourage financial inclusion. Against a backdrop of poor poverty and high Gini ratio D.I. Yogyakarta in September 2018 then conducted a study by looking at the phenomenon of contemporary socio-economic movements in the form of creative philanthropy. What is unique in the phenomenon of contemporary philanthropy is that the findings of the 2016 BAZNAS Puskas research state that ZISWAF is able to moderate social inequality and act as an instrument of financial inclusion that results in economic growth. The research method used includes a case study (qualitative) research approach, data collection techniques are carried out in three ways, namely interviews, observation, and documentation which is then triangulated with the source method The theoretical basis used in this study is suistainable economic and social developmnent according to M Adil Khan (1996) which is used as a benchmark for philanthropic achievements in encouraging economic growth due to the existence of ZISWAF management practices by Dompet Dhuafa Yogyakarta in addition to analyzing creative philanthropic indicators, management control systems, and the principle of financial inclusion. The results showed that the practice of ZISWAF management based on creative philanthropy by LAZNAS Dompet Dhuafa Yogyakarta could achieve success because of a systematic strategy in providing services to donors and beneficiaries. The strategies undertaken to encourage financial inclusion include: (1) realize five strategy of economic development in the equalization of income collection processes, (2) the existence of SKM in empowering the productive poor in the framework of poverty alleviation, and (3) the existence of a consolidation report in strengthening the management of ZISWAF within the framework of financial system stability. Finally it can be seen that the practice of collecting and utilizing ZISWAF has fulfilled the nine principles of financial inclusion. The achievement of all the principles of financial inclusion in the collection and utilization of ZISWAF is inseparable from the commitment to provide optimal services as religious philanthropic institutions namely Islamic sharia principles that ignore all obstacles in both the orientation of performance, financial management systems, determination of networks to the protection of participants in line with the protection of participants in line with economic principles that beroretasi to the people. In the end, it can be concluded that the existence of creative philanthropic institutions in the management of Islamic public finance, especially ZISWAF, has encouraged financial inclusion with popular economic patterns.
Kata Kunci : Dompet Dhuafa Yogyakarta, filantropi kreatif, inklusi keuangan, Dompet Dhuafa Yogyakarta, creative philanthropy, financial inclusion, principles, strategy, ZISWAF service breakthrough prinsip, strategi, terobosan pelayanan ZISWAF