Analisis Alih Kode dan Campur Kode dalam Lirik Lagu Kanjani8
SUMI DEWI DESSARI, Najih Imtihani, S.S., M.A.
2019 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANGPenelitian ini membahas mengenai peristiwa alih kode dan campur kode dalam dialek Kansai yang terjadi pada lirik lagu Kanjani8. Data dalam penelitian ini diambil dari 37 lagu Kanjani8 yang dikeluarkan dari tahun 2004 hingga 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis alih kode dan campur kode yang terjadi pada lirik lagu Kanjani8; dan sekaligus untuk mengidentifikasi alasan dan tujuan dari penggunaan alih kode dan campur kode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode padan, yaitu dengan memadankan kata dalam dialek Kansai dengan bahasa Jepang standar. Data berupa lirik lagu dalam dialek Kansai dan bahasa Jepang standar dianalisis berdasarkan teori alih kode dan campur kode yang disampaikan oleh Hoffman (1991), Poedjosoedarmo (dalam Pramita, 2009) dan Suwito (2010). Data diambil dari halaman internet menggunakan metode observasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa jenis alih kode yang terjadi dalam lirik lagu Kanjani8 adalah alih kode tag, alih kode antar-kalimat, alih kode intern, dan alih kode sementara. Faktor yang menyebabkan peristiwa alih kode tersebut adalah faktor penutur, yaitu latar belakang anggota Kanjani8 dan latar belakang grup Kanjani8, dan faktor lawan tutur, yaitu pendengar musik Kanjani8. Tujuan dari alih kode tersebut adalah: (1) Menegaskan hal yang sudah disampaikan sebelumnya dan (2) Mengungkapkan maksud penutur yang bersifat personal berupa: (a) Tekad penutur, (b) Rasa tidak suka penutur akan sesuatu dan (c) Permintaan penutur. Campur kode yang ditemukan adalah campur kode ke dalam (inner code mixing). Faktor yang menyebabkan peristiwa tersebut adalah latar belakang penyanyi, yaitu latar belakang pendidikan dan ekonomi anggota Kanjani8, dan faktor hubungan antara penutur dan lawan tutur, yaitu hubungan Kanjani8 dengan pendengar musiknya. Tujuan dari peristiwa campur kode tersebut adalah: (1) Melarang, (2) Memperjelas keterangan, (3) Menunjukkan keakraban, dan (4) Menyesuaikan rima lagu.
This research is a study of code switching and code mixing phenomenon in Kanjani8's songlyrics. This research takes data from 37 songs of Kanjani8 which were released from 2004 until 2018. The aims of this research are to describe the form of code switching and code mixing on Kanjani8's songlyrics; and to identify the reasons and purposes of using code switching and code mixing. This research is using padan method which is matching words in Kansai dialect with words in standard Japanese. Data consist of quotations from Kanjani8's songlyrics which are in Kansai dialect and standard Japanese. Thus this research is using code switching and code mixing theory according to Hoffman (1991), Poedjosoedarmo (via Pramita, 2009) and Suwito (2010) to analyze data. Writer took data from internet pages by observation method. Results of data analysis show these following code switching phenomenons happened in Kanjani8's songlyrics: tag code switching, inter-sentential code switching, internal code switching and temporary code switching. The main reasons behind these phenomenons are member's background, group's background, and their relationship with interlocutors which are their music listeners. The purposes of these code switching are: (1) To give emphasis on previous sentences, (2) To express speaker's personal feelings, such as: (a) Speaker's determination, (b) Speaker's displeasure regarding something and (c) Speaker's request. Code mixing phenomenon which happened in Kanjani8's songlyrics is inner code mixing. Main reasons behind these phenomenons is member's educational and economical background, and relationship between Kanjani8 and their music listeners. The purposes of these code mixings are: (1) To prohibit, (2) Clarify statement, (3) Show intimacy, and (4) Adjust music's rhyme.
Kata Kunci : Alih Kode, Campur Kode, Bahasa Jepang, Dialek Kansai