DINAMIKA RUANG DALAM NOVEL "AND THE MOUNTAINS ECHOED" KARYA KHALED HOSSEINI DAN KONTEKS PASCAKOLONIALNYA
HILGA CLARARISSA AS., Prof. Dr. Faruk, S.U.
2018 | Tesis | MAGISTER SASTRAFenomena migrasi yang semakin marak melahirkan istilah yang seringkali dikaitkan dengan penyebaran itu sendiri yaitu diaspora. Salah seorang penulis diaspora yang mengangkat isu-isu pascakolonial Afganistan ialah Khaled Hosseini, dalam novelnya yang berjudul And The Mountains Echoed (2013). Konsep ruang Sara Upstone dalam bukunya Spatial Politics in the Postcolonial Novel (2009) dianggap paling sesuai untuk menganalisa novel ini mengingat diaspora sendiri erat kaitannya dengan problematika ruang. Menurut Upstone, ruang tidak hanya berupa lokasi fisik saja, tetapi juga konsep yang abstrak. Dengan sifatnya yang cair, ruang dapat bergeser dan meluas (wider) atau menyempit (narrower). Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengkaji data-data berupa kalimat atau dialog dalam novel dengan teori politik ruang Upstone sebagai konsep teoritisnya, yang menunjukkan hubungan antara ruang, perpindahan ruang, order dan chaos di dalamnya, serta konteksnya dalam pascakolonialisme. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penggambaran dinamika ruang dalam novel menunjukkan rangkaian yang berkesinambungan dari order, retaknya order, munculnya chaos, hingga bermuara pada menyempitnya ruang dalam ranah personal, seperti lemari pakaian, kotak kaleng usang, dongeng, ritual, dan mimpi. Hal ini dilakukan pengarang karena latar belakangnya sebagai seorang diaspora Afganistan yang menjadi migran di Amerika Serikat membuatnya memiliki sifat mendua atas Afganistan. Di satu sisi, ia ingin menampilkan Afganistan sebagai jati diri aslinya, tetapi di sisi lain ia memandang Afganistan dari sudut pandang orang luar atau dalam hal ini Barat. Berdasarkan konteks pascakolonial dan kolonial Afganistan, hal ini karena selain berasal dari kalangan elit, Hosseini yang telah mengenyam pendidikan Barat tidak akan dapat sepenuhnya menjadi Barat, sekaligus juga tidak akan sepenuhnya menjadi Afganistan. Selain itu, dengan memunculkan dongeng Baba Ayub dan Raksasa, Hosseini seolah ingin memberikan legitimasi dalam rangka meringankan dosa kolonial karena bagaimanapun juga masyarakat terjajah tidak akan kembali kepada masa lalu sebelum penjajahan itu dimulai, dalam artian tidak akan dapat terbebas dari kolonialisme. Oleh sebab itu, mereka hanya dapat menyimpan tanah air mereka dalam ruang tubuh, hati, pikiran dan kenangan yang tidak akan terpengaruh oleh penindasan dari pihak manapun, atau dalam istilah Upstone ialah post-space.
Nowadays, migration as an increasing phenomenon brought the term diaspora into the world as related to the spreading itself. One of diaspora writers who bring postcolonial issues in Afghanistan is Khaled Hosseini in his novel entitled And The Mountains Echoed (2013). Upstone�s concept of space in her book Spatial Politics in the Postcolonial Novel (2009) is seen as the most suitable theory to analyze this novel considering the close association between diaspora and the issues of space. Upstone uses space as not only the physical form of place but also its abstract conteptual form. With its fluid nature, space can shift into a wider or narrower scale. Using the qualitative methods, this research analyzes datas in the form of sentences and dialogues in the novel with Upstone�s spatial politics as the theoretical framework, showing the relationship between space, its shift in movement, its order and chaos, as well as its context in the postcolonialism. This research results in the dynamics of space represented in the novel which shows a series of continuous spaces, starting from an order, its rupture, an emerging chaos, and ending in the narrowing space into private spaces, such as little armoire, old tin tea box, fairytale, and dream. Hosseini depicts space in that manner because his background as an Afghan diaspora who migrates to the United States creates a split identity for him. He wants to portray Afghanistan as his true self, but on the other side, he sees Afghanistan from the perspective of an outsider or in this case as the West. Based on both the postcolonial and colonial context of Afghanistan, this is because of his background as an elite group who has been educated by the Western system that will never make him fully Western but at the same time will not make him fully Afghan too. In addition, with the fairytale of Baba Ayub and the Div, Hosseini seems to be giving legitimacy in order to alleviate colonial sin because after all colonized society can not return to the past before colonization begins, in the sense that it will not be free from colonialism. Therefore, they can only keep their homeland in the space of body, hearts, minds and memories which is eventually not affected by the oppression of any party, or in Upstone�s terms is a post-space.
Kata Kunci : Ruang, Komunalitas, Order, Chaos, Kolonial, dan Pascakolonial