HUBUNGAN MOTIVASI MENGHAFAL DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA PENGHAFAL ALQURAN
TIKA FAIZATUL MUNAWARAH, Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS. Psikolog
2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini mengambil latarbelakang mahasiswa yang memanfaatkan berbagai potensinya dengan aktif akademik, aktif oragnisasi, sekaligus menjadi penghafal Alquran. Kegiatan yang padat memungkinkan terjadi dua hal : kesejahteraan psikologis yang tinggi atau sebaliknya. Harapannya, kesejahteraan psikologis meningkat. Salah satu faktor yang berkorelasi dengan kesejahteraan psikologis adalah motivasi. Motivasi menghafal Alquran Alquran menjadi hal penting agar tetap bertahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara motivasi menghafal Alquran Alquran dengan kesejahteraan psikologi. Hasil menunjukkan terdapat korelasi 0,488 dengan p < 0,0. Semakin tinggi motivasi menghafal Alquran yang didasarkan pada nilai-nilai maka akan semakin tinggi kesejahteraan psikologis mahasiswa penghafal Alquran.
The present study relied on college students who maximized their potentials by actively participating in academics, organizations, along by being huffaz. Having busy activities might lead to two possibilities: high or low levels of psychological well-being. In this case, increased psychological well-being was expected. One factor that was associated with psychological well-being was motivation. Motivation for memorizing the Quran played an important role in order for someone to be persevered. The present study aimed to investigate the relationship between motivation for memorizing the Quran and psychological well-being. The results showed that the relationship was significant (r = 0,488, p < 0,0). The higher the hufazz�¢ï¿½ï¿½ memorizing motivation that was based on values, the higher their psychological well-being levels.
Kata Kunci : Mahasiswa, kuliah, organisasi, menghafal Alquran, motivasi menghafal, kesejahteraan psikologi