PERMUKIMAN VERTIKAL DI YOGYAKARTA DENGAN PENEKANAN LANSKAP PRODUKTIF
NICOLAS JALU KRISNANTO, Dr. Eng., Ir. Ahmad Sarwadi. M.Eng.
2017 | Skripsi | S1 ARSITEKTURYogyakarta sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya. Kepadatan ini diproyeksikan akan meningkat setiap tahunnya. Kepadatan penduduk ini kurang dapat diimbangi dengan pembangunan perumahan yang ada. Rumah yang terbangun seringkali tidak tertata dengan baik dan kurang terfasilitasi. Ditambah lagi, dengan bertambahnya jumlah rumah, maka tanah di Yogyakarta akan semakin sempit dan rawan terciptanya kawasan permukiman padat kumuh. Peningkatan mutu permukiman perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekumuhan. Perlu dilakukan pembangunan rumah yang mampu menampung penghuni dalam jumlah besar dengan memanfaatkan lahan yang terbatas. Salah satunya melalui permukiman vertikal. Terbatasnya lahan di Yogyakarta juga mengakibatkan tidak adanya lahan untuk menghasilkan bahan pangan. Untuk itu, dalam pembangunan permukiman juga perlu dipertimbangkan cara untuk meningkatkan produktivitas lahan agar mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan penghuninya. Dalam penyusunan konsep permukiman ini, bagaimana suatu permukiman mengatasi kekumuhan dan memenuhi kebutuhan pangan akan diperhatikan dalam perancangan site, program ruang, tampilan, serta sistem bangunan.
As one of metropolis in Indonesia, Yogyakarta has the higher population density than the other areas around it. This population density increases every year until this day. This density is not supported with current housing development. The existing housing area is not well organised and not well facilitated. Meanwhile, the needs for housing in Yogyakarta is increasing every year and will decrease the space in this city. This condition tends to create slump area. To avoid the creation of slump area, A development to increase the quality of settlement has to be done. The other problem caused by the limited available space in Yogyakarta is the field that is used to produce food is also decreasing. Hence, a settlement that can accommodate the large number of population and provide space to produce food in limited space is needed. Increasing the productivity have to be considered to sustain the inhabitant’s needs. How the settlement can handle the slump issue and increase the productivity will be the foundation of the site plan, space programming, building system and visual in this conceptual planning.
Kata Kunci : permukiman,vertikal,lanskap,produktif