Identitas Pseudonim Virtual yang Merealitas: Studi tentang Konstruksi Identitas Pseudonim Virtual dan Implikasi Ekonominya di Realitas Fisik

Penulis

Bety Adiati

Pembimbing: Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A.


ABSTRACT: Internet growth has sparked the use of anonymity and pseudonyms by Twitter users in Indonesia. This phenomenon becomes interesting as these pseudonyms with unidentified virtual accounts can gain a tremendous amount of followers, a trust as a messenger, and a value that is worth commercially. Moreover, although these accounts have been utilized as media campaigns, people are still interested to follow. It is interesting to know how this virtual pseudonym identities being constructed? How they are being developed and maintained in virtual space, and physical reality as well. This study uses a research method that suits the development of technology. The method combines offline and online observation participation. Offline interviews with informants are applied as well to understand how pseudonym identity is constructed, developed and maintained in the virtual realm. Furthermore, it is also used to determine how these virtual identities are able to provide benefits in physical reality. The findings of this study show that these pseudonym accounts have becoming reality in the physical realms of the owners. They have made a virtual activity as part of the physical one, and moreover, they use it as a source of livelihood. The extension activities from the virtual into a physical realm has spawned new professions, such as, Peternak Akun Twitter (Breeders Twitter), Admin Akun Twitter (Twitter Account Admin) and Buzzer Twitter (Twitter Buzzer). The popularity in the virtual realm also creates similar fame in the physical world. They become resourceful informants for social-media events, DJs, or book writers, while still under their virtual pseudonym identities. The owner starts the pseudonym account in virtual world, no matter what it is as a random, or as an escape from the physical identity, finally it is becoming real in physical realm. Even give more benefit economically for the owner.

INTISARI: Maraknya penggunaan identitas pseudonim virtual melalui akun Twitter merupakan suatu fenomena yang menarik, karena akun dengan identitas yang tidak jelas siapa pemiliknya ini memiliki jumlah pengikut atau follower yang luar biasa, bahkan bisa mendapat kepercayaan sebagai penyampai pesan melalui tweet-tweet mereka, dan dihargai secara komersial. Meskipun akun-akun pseudonim tersebut telah dimanfaatkan sebagai media promosi, orang masih tetap tertarik untuk mem-follow akun-akun tersebut. Bagaimana pemilik akun pseudonim Twitter mengkonstruksi identitas pseudonim Twitter mereka? Bagaimana pemilik akun pseudonim Twitter memanfaatkan dan mempertahankan identitas pseudonim mereka di ranah virtual maupun dalam realitas fisik? Untuk mempelajari fenomena tersebut, penting untuk mengembangkan metode riset yang mengikuti perkembangan teknologi. Di samping melakukan observasi partisipasi secara online, riset juga dikombinasikan dengan wawancara secara offline dengan narasumber. Kedua metode ini dipergunakan untuk mengetahui bagaimana identitas pseduonim dikonstruksi, dikembangkan dan dipertahankan pada ranah virtual. Lebih jauh lagi untuk mengetahui bagaimana identitas pseudonim yang dibuat pada ranah virtual bisa memberikan manfaat riil bagi pemiliknya di realitas fisik, khususnya secara ekonomi. Hasil studi menunjukkan bahwa identitas pseudonim yang diciptakan pada ranah virtual melalui akun pseudonim Twitter, dalam perkembangannya telah merealitas. Mereka telah menjadikan aktivitas virtual sebagai bagian dari aktivitas riil, bahkan telah memanfaatkannya sebagai sumber penghidupan. Perpanjangan aktivitas akun-akun pseudonim dari ranah virtual ke realitas fisik tersebut telah melahirkan beberapa profesi baru seperti: Peternak Akun Twitter, Admin Akun Twitter dan Buzzer Twitter. Sebagai Selebtwit atau Selebriti Twitter, mereka juga menjadi Selebriti pada realitas fisik, seperti, menjadi narasumber hal-hal yang berhubungan dengan media sosial, menjadi DJ musik dan ada pula yang menjadi penulis buku, dengan tetap menggunakan identitas pseudonim virtual mereka. Identitas pseudonim virtual yang pada awalnya dibuat pada ranah virtual sebagai sebuah keisengan atau keinginan untuk bebas dari keterikatan identitas pada realitas fisik, pada akhirnya kembali merealitas dengan implikasi ekonomi yang menguntungkan bagi pemiliknya. Identitas baru tersebut ternyata tidak hanya memberikan manfaat di dunia virtual tetapi juga dalam realitas fisik.

Kata kunci Identitas, Pseudonimiti, Ranah Virtual, Realitas Fisik, Twitter
Program Studi S2 ILMU ANTROPOLOGI UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2016
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali