MEDIA SOSIAL DAN DEMOKRASI (Studi Kasus Transformasi Aktivitas Media Sosial ke Gerakan Nyata Bali Tolak Reklamasi Periode Agustus 2013 sampai dengan Juli 2015)

Penulis

I G.a.a. Kade Galuh

Pembimbing: Dr. Haryanto, MA


ABSTRACT: This paper examines how social media is actually meaningful for activists. This study did not speak about the role of social media as a channel of communication between activists. Instead, social media is seen as one of the strategies to achieve the aim of movement. In other words, the purpose of this study is to see how the process of democratization going on in the Indonesian grassroots level through social media. Furthermore, this study also try to answer the question about how the transformation process of Bali Tolak Reklamasi strategies from social media activism into a real action in Indonesia. Clearly, this thesis is about social media as a movement strategy in the context of grassroots democracy. Researcher has chosen Bali Reject Reclamation of Benoa Bay as a case in this study because this movement can be classified into New Social Movement that use social media as one of their strategies, and able to continue their battle in real space. The main question in this research is how the democratization process going on in the Indonesian grassroots level through social media. This study uses New Social Movement by Rajendra Singh (2002) as a main of theoretical framework. Nonetheless, there are several supporting theory such as: Revolution 2.0 by Merlyna Lim (2014), Cyberprotest by Wim van de Donk (2004), Democracy in Beetham (1999) definition, and factors of strategy transformation process that was formulated from literature review by researcher. The method that be used in this research is a case study. Finally, thesis from this study is: Social media has a position as a New Social Movement strategy, which facilitates the strategy of reasoning and reflection in the matter of mobilization. Additionally, social media could encourage the representation of democracy when social media activism successfully transformed into real action as a strategy to change public cyber-discourse into a political agenda.

INTISARI: Tulisan ini mengkaji bagaimana sesungguhnya media sosial bermakna bagi aktivis gerakan. Penelitian ini tidak berbicara mengenai peran media sosial sebagai saluran komunikasi di antara aktivis. Sebaliknya, media sosial justru dipandang sebagai salah satu strategi gerakan untuk mencapai tuntutannya. Dengan kata lain, penelitian ini melihat bagaimana proses demokrasi terjadi dalam level akar rumput di Indonesia melalui media sosial. Lebih jauh, kajian ini juga menjawab bagaimana proses transformasi aktivitas media sosial menjadi gerakan nyata di Indonesia. Adapun, proses transformasi tersebut dibaca sebagai bagian dari strategi gerakan Bali Tolak Reklamasi. Jelasnya, tesis ini tentang media sosial sebagai strategi gerakan dalam konteks demokrasi. Peneliti merasa penting untuk mengkaji gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa karena gerakan ini menjadi Gerakan Sosial Baru yang menggunakan media sosial sebagai salah satu strategi gerakan sekaligus mampu meneruskan tuntutannya melalui gerakan nyata. Pertanyaan besar dalam penelitian ini adalah bagaimana proses demokrasi terjadi dalam level akar rumput di Indonesia melalui media sosial? Penelitian ini menggunakan bingkai teori utama yakni Strategi Gerakan Sosial Baru milik Rajendra Singh (2002) dengan sejumlah teori pendukung antara lain Revolusi 2.0 milik Merlyna Lim (2014), Cyberprotest milik Wim van de Donk (2004), Demokrasi milik Beetham (1999) serta sejumlah persyaratan transformasi strategi gerakan yang dirumuskan dari literature review. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Tesis dalam penelitian ini adalah: Posisi media sosial sebagai strategi Gerakan Sosial Baru berperan memfasilitasi strategi nalar dan refleksi dalam mobilisasi dukungan. Selain itu, media sosial mampu mendorong representasi demokratis ketika berhasil bertransformasi menjadi aksi nyata sebagai strategi untuk mengubah isu publik menjadi agenda politik.

Kata kunci democracy, New Social Movement, social media, strategy
Program Studi S2 Politik dan Pemerintahan UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2015
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali