Evaluasi Situatinal Awareness Tingkat Individu dan Kelompok Pada Kondisi Darurat Bencana
PRAYOGA DHARMA, Budi Hartono, S.T.,MPM., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIKondisi darurat bencana merupakan suatu keadaan pada saat bencana terjadi dan penanggulangan bencana dilakukan. Indonesia merupakan negara yang sering terkena bencana. Pada tahun 2014, terjadi 2013 bencana yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Bencana-bencana ini menyebakan kerugian yang tidak sedikit, antara lain 767 orang meninggal, 229 orang hilang, 2.341 orang terluka, 1.797.190 orang menderita, dan 865.720 orang mengungsi. Hal ini membuat tim mitigasi perlu merespon kondisi tersebut dengan cepat dan tepat. Beberapa penelitian menunjukan respon yang cepat dan tepat dapat tercapai dengan situational awareness yang baik. Oleh karena itu evaluasi situational awareness yang dihasilkan di dalam tim mitigasi perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi instrumen pengukuran situational awareness, membandingkan performa situational awareness pada tingkat individu dengan kelompok, dan mengevaluasi pengaruh jenis kelamin dan sudut pandang pada situational awareness pada tingkat individu (satu individu) maupun kelompok (dua individu). Penelitian ini melibatkan responden sebanyak 120 mahasiswa Fakultas Teknik UGM angkatan 2012-2014. Awalnya responden melihat video simulasi kecelakan, kemudian mengerjakan task pada tingkat individu dan kelompok. Task yang ada berupa pengerjaan empat instrumen pengukur nilai situational awareness, yaitu peta kejadian estimasi (PK-E), peta kejadian faktual (PK-F), lembar deskripsi aktor estimasi (LDA-E), dan lembar deskripsi aktor faktual (LDA-F). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen PK-E, PK-F, LDA-E, dan LDA-F valid dan reliable untuk digunakan. Selain itu, nilai situational awareness yang diukur oleh keempat instrumen memiliki korelasi yang rendah (r > = 0,338). Pada perbandingan tingkat individu dengan kelompok, situtional awareness kelompok lebih baik dari individu minimal dan rata-rata individu pada semua instrumen dan lebih tinggi dari individu maksimal pada LDA-E. Pada tingkat individu, subyek laki-laki memiliki performa yang lebih tinggi dari pada perempuan dan sudut pandang bird eye view memberikan nilai situational awarenes yang lebih tinggi dari horizontal view pada instumen PK-F. Pada tingkat kelompok, tidak ditemukan pengaruh sudut pandang dan jenis kelamin seperti yang terjadi pada tingkat individu. Namun ditemukan bahwa kelompok yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan sudut pandang multiple view memiliki nilai situational awareness yang lebih tinggi dari kelompok yang terdiri dari perempuan dengan sudut pandang single viewpada instrumen PK-F.
Emergency condition of disaster is a condition when the disaster occurs and the disaster management is conducted. Indonesia is a country frequently affected by disasters. In 2014, there are 2013 disasters spread throughout Indonesia. The disasters cause a lot of losses,where 767 people died, 229 people missing, 2.341 people injured, 1.797.190 people affected, and 865.720 people displaced. This condition requiresthe mitigation team to have fast and accurate response. Current researches show that fast and accurate response can be achieved by having well-managed situational awareness. Thus, the situational awareness generated from mitigation team needs to be evaluated. This study aims to evaluateinstrument of situational awareness measurement, compare individual and team situational awareness performances, and evaluate the influence of point of view and gender to situational awareness at individual (one individual) and team level (two individual). This research involves 120 respondents from year 2012-2014 students from Faculty of Engineering Universitas Gadjah Mada. The respondents watch transportation accident simulation video, then they do individual and team tasks. The tasks consist of answering four instruments:estimated incident map (PK-E), factual incident map (PK-F), estimated actor description sheet (LDA-E), and factual actor description sheet (LDA-F). The result shows that PK-E, PK-F, LDA-E, and LDA-F are valid and reliable to be used as measurement instrument. The situational awareness score measured by each instruments have low correlation (r > = 0,338). The comparison between individual and team level shows that team situational awareness is higher than individual minimum and individual average in all instruments, while it is higher than individual maximum in LDA-E. At individual level, male subjects have higher situational awareness than female and bird-eye view gives higher situational awareness than horizontal view in PK-F. At team level, the influence of point of view and gender do not occur as in the individual level.However team which consist of male and female with multiple view have higher situational awareness than team which consist of females with single view in PK-F.
Kata Kunci : situational awareness, jenis kelamin, sudut pandang, individu, kelompok, bencana