Berbagi Pengetahuan (Knowledge Sharing) pada Klaster Biofarmaka Kabupaten Karanganyar
PUTRI NUROKHMAH , Dr. Yuyun Purbokusumo
2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Klaster adalah bentuk penerapan pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan. Klaster dinilai sebagai langkah strategis pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, karena klaster mampu menstimulasi anggota di dalamnya untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan, yang mana pengetahuan tersebut merupakan aset tidak berwujud untuk pertumbuhan perekonomian di suatu negara/daerah. Di Negara Indonesia, penerapan klaster tertuang dalam kebijakan Sistem Inovasi Nasional dan Sistem Inovasi Daerah. Sebagai upaya pelaksanaannya, pemerintah telah meningkatkan anggaran riset untuk mendorong inovasi teknologi, salah satunya adalah pengembangan Klaster Biofarmaka di Kabupaten Karanganyar. Klaster Biofarmaka memproduksi tanaman obat-obatan herbal, seperti jahe, kunyit, kencur, dsb. Pada perkembangannya, tidak hanya pemerintah yang terlibat dalam aktivitas berbagi pengetahuan dengan klaster, namun juga universitas. Lebih dari itu, tulisan ini juga membahas peran kepercayaan di lingkup internal organisasi Klaster yang secara tidak langsung telah mempengaruhi aktivitas berbagi pengetahuan. Teknologi (mesin-mesin pertanian), manajemen pada lembaga pemerintah dan universitas, serta budaya yang dimiliki para petani ternyata menjadi faktor penunjang bagi aktivitas berbagi pengetahuan.
Cluster is implementation of knowledge-based economic development. Cluster rated as a strategic move sustainable economic development, because cluster is able to stimulate the members therein to interact and share knowledge, where knowledge is an intangible asset for economic growth in a country / region. In Indonesia, the implementation of policies contained in the cluster of the National Innovation System and Regional Innovation Systems. As implementation effort, the government has increased the research budget to encourage technological innovation, one of which is the development of medicinal Cluster in Karanganyar. Cluster of medicinal plants producing herbal medicines, such as ginger, turmeric, etc. Now, not only governments involved in knowledge-sharing activities with the cluster, but also the university. Moreover, this paper also discusses the role of trust in the internal sphere Cluster organization that indirectly affect the activity of knowledge sharing. Technology (agricultural machinery), management in government and universities, as well as the culture of the farmers turned out to be a supporting factor for knowledge-sharing activities.
Kata Kunci : cluster, interaction, knowledge sharing, trust.