Aplikasi Antosianin dari Kubis Merah (Brassica oleracea. var. capitata L. f. rubra) sebagai Senyawa Kemosensor Anion
ANADITA ANGGRAINI, Dr. Bambang Purwono, M.Sc
2016 | Skripsi | S1 KIMIAAntosianin dari kubis merah (Brassica oleracea. Var. capitata L. f. rubra) dapat diaplikasikan sebagai senyawa kemosensor anion. Isolasi senyawa pigmen antosianin dari kubis merah dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kemudian diidentifikasi dengan eluen Butanol:Asam asetat:Air (BAA) menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan dianalisis dengan Spektrofotometer UV-Vis. Uji kemosensor dilakukan dengan mengamati perubahan warna yang terjadi pada ekstrak antosianin terhadap pengaruh pH larutan, anion-anion tertentu dan beberapa senyawa basa. Aplikasi dalam mendeteksi keamanan beberapa bahan pangan dan pembuatan kertas indikator juga dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak antosianin berupa cairan kental berwarna ungu pekat. Berdasarkan hasil data spektra UV-Vis, senyawa antosianin teridentifikasi dalam ekstrak dengan munculnya puncak pada panjang gelombang maksimal yaitu 525 nm. Kadar antosianin yang diperoleh dalam ekstrak sebesar 13,803±0,016 mg dari 100 g kubis merah. Perubahan warna ekstrak antosianin menunjukkan bahwa senyawa pigmen antosianin mampu bertindak sebagai senyawa kemosensor untuk indikator titrasi asam lemah-basa kuat, sensor anion (sianida, karbonat, sulfit), amoniak, trietilamin (TEA) dan sebagai reagen pendeteksi beberapa bahan pangan (daging ikan busuk, sianida dalam singkong mentah dan bleng), serta dapat diaplikasikan dalam pembuatan kertas indikator asam-basa dan sensor anion. Senyawa antosiain dapat digunakan sebagai sensor anion sianida dengan limit deteksi 500 ppm dan 1000 ppm pada anion karbonat.
Application of anthocyanin from red cabbage (Brassica oleracea. var. capitata L. f. rubra) as an anonic chemosensor compound has been investigated. Isolation of anthocyanin pigment compounds from red cabbage was carried out by maceration method using ethanol 96%. Extract was then identified with Buthanol:Acetic Acid:Water (BAW) using Thin Layer Chromatography (TLC) and analyzed by Spectrophotometer UV-Vis. Chemosensor activities were conducted by observing the color changes occured in anthocyanin extract as the affect of pH solution, specific anions and some other base compounds. Application to detect some food ingredients was also investigated in this study. The result revealed that anthocyanin extract was purple viscous liquid. Based on the result of UV-Vis spectra, the appearance of anthocyanin compounds was identified in the extract with maximum peak at a wavelength of 525 nm. The anthocyanin concentration in this extract was obtained at 13.803±0,016 mg from 100 g red cabbage. The color changes of anthocyanin extract showed that its pigmen compound could act as a chemosensor compound for the titration indicator of weak acid-strong base, anion sensor (cyanide, carbonate, sulphide anion), ammonia and triethylamine, as well as a reagent detector some food ingredients (fish meat deterioration, cyanide in cassava and bleng). Anthocyanin compounds could be used as a cyanide anion sensor with a detection limit 500 ppm and 1000 ppm on carbonate anion respectively. The anthocyanin compounds have also been used to make paper indicator for acid- base and anion sensor.
Kata Kunci : kubis merah, antosianin, indikator titrasi asam-basa, sensor anion