Laporkan Masalah

Kajian Pengelolaan Lingkungan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Provinsi Jawa Barat

ARIYA DIANI ASTIKA, Prof. Dr. Hartono, DEA., DESS; Dr. Slamet Suprayogi, M.Si

2016 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penetapan wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) berdasarkan SK Menhut No. 175/Kpts-11/2003 menuai protes oleh masyarakat adat yang merasakan dampaknya seperti pada Kasepuhan Ciptagelar terhadap pembatasan akses dan ruang gerak terkait kepemilikan lahan. Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar merupakan masyarakat adat yang memiliki susunan kelembagaan secara adat yang terpisah dari struktur kelembagaan pemerintahan formal. Keberadaan wilayah Kasepuhan Ciptagelar di tengah kawasan TNGHS ini membutuhkan beberapa kebijakan untuk menjembatani hak-hak masyarakat adat terhadap akses sumber daya hutan. Untuk mencapai proses pengakuan hak ulayat terhadap lingkungan hutan perlu dilakukan kajian pengelolaan lingkungan hutan berdasarkan kearifan lokal masyarakat, yang dapat menjadi suatu acuan untuk membentuk strategi pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Oleh karena itu sangat penting untuk mengkaji bentuk kearifan lokal masyarakat adat dalam pengelolaan lingkungan hutan. Tujuan penelitian adalah mengkaji kondisi lingkungan hutan di sebagian wilayah Kasepuhan Ciptagelar; mengkaji bentuk pengelolaan lingkungan hutan berbasis kearifan lokal masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar; dan merumuskan strategi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hutan berbasis kearifan lokal masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang dianalisa secara deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan empat cara yaitu dengan survei, wawancara mendalam, observasi lapangan dan dokumentasi. Data sekunder yang didapatkan berupa pustaka dan penelitian terdahulu, dokumen instansi, dan citra quickbird arsip 2014. Analisis data survei dilakukan dengan cara tabulasi frekuensi; data wawancara mendalam dilakukan secara induktif dengan metode kategorisasi dan analisis strategi menggunakan matrik. Penelitian ini menunjukkan lingkungan hutan di wilayah Kasepuhan Ciptagelar menyimpan kekayaan sumber daya alam yang berjasa dalam menyangga ekosistem, sistem hidrologi, serta kebutuhan hidup bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. Pemanfaatan lingkungan hutan yang dilakukan masyarakat berupa pemanfaatan sumber daya hayati, sumber daya lahan dan sumber daya air. Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar hingga saat ini masih memegang teguh adat istiadat di seluruh aspek kehidupan. Pengelolaan lingkungan hutan tidak lepas dari kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat. Berdasarkan adat istiadatnya, hutan dibagi menjadi 3 tipe yaitu hutan titipan, hutan tutupan, dan hutan garapan. Adanya zonasi tipe hutan menurut adat ini merupakan bentuk adanya kearifan lokal dalam upaya melestarikan lingkungan hutan. Strategi pengelolaan lingkungan hutan berdasarkan kearifan lokal dapat ditempuh dengan mempersiapkan perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan dan penegakan hukum yang tepat guna dan tepat sasaran. Pengelolaan lingkungan hutan ini juga membutuhkan peran banyak pihak sehingga melibatkan multistakeholder. Strategi pengelolaan lingkungan hutan diwujudkan ke dalam program kongkrit yang dapat menjawab permasalahan di lingkungan hutan Kasepuhan Ciptagelar.

The zoning of Halimun Salak National Park based on Minister of Forestry Decree No. 175 / Kpts- 11/2003 has created problems for local people who have been affected by the decree. They feel there is a very limited space to access the forest caused by land ownership that belongs to National Park. People in the Kasepuhan Ciptagelar community have traditional institution arrangement that is separated from the formal institutional structures of the government. The existence of Kasepuhan Ciptagelar region located within the Halimun Salak National Park requires policies that can facilitate local peoples' rights for access to the forest resources. To achieve the recognition of customary rights to the forest environment, it was necessary to study the environmental management of forests based on local wisdom, which could become a reference to establish communitybased forest management strategies. The objective of the research is to study the environmental conditions of forests in some regions of Kasepuhan Ciptagelar, analyze the form of forest environmental management based on local wisdom of local peoples in Kasepuhan Ciptagelar, and formulate strategies for forest protection and environmental management based on local wisdom of the local people in Kasepuhan Ciptagelar. This research used qualitative descriptive method. The primary data were collected through surveys, in-depth interviews, observations, and documentation. The secondary data were obtained from the literature, previous research, documents, and Quick Birdimagery archive (2014). The data from the survey were calculated and tabulated for their frequency. The data from the depth interviews were analyzed inductively and categorized in a matrix. This findings shows that the forest environment in the region of Kasepuhan Ciptagelaris has important natural resources that support the ecosystem, hydrologic systems, and the people around the forest. The forest resources such as biological resources, land resources and water resources have been utilized by people. The people in the Kasepuhan Ciptagelar are still practicing their customs and cultural social norms in all aspects of life. The management of the forest environment can not be separated from their local wisdom and customs. Based on the local customs, the forest has been categorized into three types, namely forbiden forest, cover forest and cultivation forest. The zoning of the forest represents the form of their local wisdom in their efforts to preserve the forest environment. The forest environmental management strategies based on the local wisdom were realized through the process of planning, utilization, control, maintenance and law enforcement that was appropriate and well-targeted. The management of forest environments also required the participation of many parties that involved multi-stakeholders. The forest environmental management strategies were translated into concrete programs that aimed to address the problems in the forest environment of Kasepuhan Ciptagela

Kata Kunci : Lingkungan hutan, kearifan lokal, masyarakat adat, taman nasional

  1. S2-2016-370468-abstract.pdf  
  2. S2-2016-370468-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-370468-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-370468-title.pdf