PENGARUH PROMOSI KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA HARGOTIRTO
NISA KARIMA, dr. R. Ludhang Pradipta R., M.Biotech, Sp.MK; dr. Rustamaji, M.Kes
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang : Pada tahun 2014, UNICEF mencatat terdapat lebih dari 85 juta anak di Indonesia. Namun, 55 juta penduduk Indonesia, termasuk anak-anak masih melakukan praktik buang air besar sembarangan. Kebiasaan anak-anak tidak mencuci tangan setelah buang air besar membuat mereka terkena penyakit diare. Desa Hargotirto merupakan salah satu desa dengan angka praktik buang air besar sembarangan yang tinggi. Berbagai metode promosi kesehatan untuk siswa sekolah dasar pun telah dikembangkan mulai dari ceramah, role play, hingga permainan edukasi. Ular tangga menjadi salah satu alat permainan edukatif yang telah banyak digunakan untuk mengajarkan nilai kepada anak. Tujuan : Melihat pengaruh promosi kesehatan menggunakan permainan ular tentang perilaku hidup bersih dan sehat terhadap tingkat pengetahuan pada siswa sekolah dasar di Desa Hargotirto, Kulonprogo Metode : penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimental, dan rancangan pretest dan posttest dengan grup kontrol. Sample penelitian adalah siswa kelas IV, V, dan VI SDN Hargotirto sebagai kelompok intervensi dan SDN Plaosan sebagai kelompok kontrol. Perlakuan yang diberikan pada kelompok intervensi adalah bermain ular tangga edukatif mengenai PHBS. Data identitas dan tingkat pengetahuan siswa diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistic Mann-Whitney dan Wilcoxon. Hasil : Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang berarti antara pretest dan post test pada masing-masing kelompok. Tidak terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara kelompok kontrol dan intervensi. Kesimpulan : Promosi kesehatan menggunakan permainan ular tangga tidak berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar di Desa Hargotirto.
Background: In 2014, UNICEF noted that there are more than 85 million children in Indonesia (UNICEF, 2015). However, 55 million people in Indonesia, including children still do open defecation. Habits of children not wash their hands after defecation makes them vulnerable to diarrheal disease. Hargotirto, a village placed in Kokap, Kulonprogo, is known to have a high number of open defecation practices. Various methods of health promotion for elementary school students has also been developed starting from lectures, role play, to educational games. Snake and ladder is one of the tools of educational games that have been widely used to teach values to children. Objective: To influence health promotion using snake game of good hygiene practices and healthy on the level of knowledge in primary school students in Hargotirto, Kulonprogro Methods: This study is a quantitative research with quasi experimental methods, and pretest and posttest control group. Samples were students in grade IV, V, and VI SDN Hargotirto as intervention group and SDN Plaosan as control group. The treatment given to the intervention group is to play snakes and ladders about healthy behavior. Identity data and knowledge level of the students were taken using a questionnaire. Data was analyzed using statistical test of Mann-Whitney and Wilcoxon. Results: There were significant differences in the level of knowledge between pretest and post-test in each group. There were no differences in knowledge levels between the control and intervention groups. Conclusion: Health promotion using the game of snakes and ladders did not affect the level of knowledge of elementary school students in Hargotirto.
Kata Kunci : promosi kesehatan, PHBS, ular tangga