Pemanfaatan Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografi Untuk Evaluasi Keselarasan Arahan Fungsi Kawasan Dengan Penggunaan Lahan Kabupaten Grobogan Tahun 2016
DWIMA FILLAILY NISA, Dr. Prima Widayani, M.Si.
2016 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVKesenjangan lingkungan dan buruknya kualitas lingkungan yang sering ditemui di banyak wilayah di Indonesia salah satunya disebabkan oleh tidak selarasnya penggunaan lahan dengan arahan fungsi kawasan yang seharusnya memang menjadi acuan penggunaan lahannya sesuai dengan arahan fungsi kawasan agar keseimbangan dan kualitas lingkungan tetap terjaga. Data penginderaan jauh dan sistem informasi geografi dapat membantu dalam memperoleh data-data yang diperlukan dalam evaluasi masalah lingkungan, seperti tujuan penelitian ini yakni memetakan penggunaan lahan Kabupaten Grobogan tahun 2016, mengidentifikasi arahan fungsi kawasan Kabupaten Grobogan, dan evaluasi keselarasan arahan fungsi kawasan tersebut dengan penggunaan lahan terkini untuk mengetahui sejauh manakah kesesuaian arahan fungsi kawasan dengan penggunaan lahan yang ada di Kabupaten Grobogan untuk tahun 2016. Identifikasi dan analisis kesesuaian penggunaan lahan dengan arahan fungsi kawasan Kabupaten Grobogan dilakukan dengan metode kuantitatif berjenjang menggunakan analisis sistem informasi geografi yaitu overlay atau tumpang susun untuk mengidentifikasi arahan fungsi kawasan dan analisis kesesuaian dengan penggunaan lahannya menggunakan ArcGIS 10.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Grobogan memiliki empat arahan fungsi kawasan yang terdiri dari 1,99% (40,36 Km2) kawasan lindung, 19,55% (397,26 Km2) kawasan penyangga, 23,21% (471,43 Km2) kawasan budidaya tanaman tahunan, dan 55,25% (1122,52 Km2) kawasan budidaya tanaman semusim dan permukiman. Penggunaan lahan Kabupaten Grobogan tahun 2016 hasil interpretasi dan survei lapangan tahun 2016 terdapat delapan jenis yaitu daerah pertanian, hutan lahan kering sekunder, ladang, lahan terbangun, lahan terbuka, perkebunan, sawah dan waduk. Tingkat keselarasan arahan fungsi kawasan dengan penggunaan lahan Kabupaten Grobogan yaitu 61,64% (1252,24 Km2) selaras, dan 38,36% (779,33 Km2) tidak selaras.
The discrepancy environment and all of the bad things that happened in almost all environment at Indonesia, one of them is caused by suitability of landuse according to direction of area function wherewith made which is be a reference or standard for landuses so that suitable with direction of area function can be balance and environment quality still awake. Remote sensing data and geographic information system can help collecting informations/data that needed for evaluation problems of environment, as this research purposes such as mapping landuse of Kabupaten Grobogan in 2016, identify direction of area function wherewith made of Kabupaten Grobogan, and evaluate landuse according to direction of area function wherewith made of Kabupaten Grobogan in 2016 to know how far suitability of it in 2016. Identify and analysis suitability landuse according to direction of area function wherewith made of Kabupaten Grobogan used qualification quantity approach method which use one of the overlay technique maps for identify direction of area function wherewith made and it�s suitability with landuse use ArcGIS 10.1. Research�s results showed that Kabupaten Grobogan has four direction of area functions that consist of 1,99% (40,36 Km2) protected area function, 19,55% (397,26 Km2) buffer zone area function , 23,21% (471,43 Km2)cultivation of perennial crops area function , and 55,25% (1122,52 Km2) seasonal crops cultivated area and settlements area functions. There was eight types landuses of Kabupaten Grobogan in 2016 according to interpretation and land surveying in 2016, such as countryside, secondary dry forest, field, land build up, open field, plantation, paddy field and reservoir. There was three levelsof suitability landuse of Kabupaten Grobogan according to it�s direction of area functions, such as, 61,64% (1252,24 Km2) suitability, and 38,36% (779,33 Km2) not suitability.
Kata Kunci : Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi, Evaluasi, Arahan Fungsi Kawasan