Consumer attitudes toward Dagadu's products and its counterfeits
INDARTO, Prof.Dr. Basu Swastha Dharmmesta, MBA
2003 | Tesis | Magister ManajemenDagadu Djokdja, salah satu produsen T-shirt di kota Jogja, telah lama menjadi obyek pemalsuan. Meski menderita kerugian yang diakibatkan oleh pemalsuan tersebut, perusahaan ini tetap dapat bertahan sampai sekarang. Akan tetapi, keadaan ini tidak akan berlanjut jika konsumen berhenti membeli produk mereka dan kemudian beralih ke produk palsu. Tujuan utama dari riset ini adalah untuk mengetahui posisi dari produk Dagadu asli maupun Dagadu palsu di dalam pikiran konsumen. Tujuan ini dicapai dengan mengidentifikasi sikap konsumen (baik sikap terhadap obyek maupun sikap terhadap konsekuensi pembelian) dan niat konsumen untuk membeli produk. Dengan menggunakan metode penyampelan non-probabilitas, sebuah sample yang terdiri dari 150 responden diambil dari populasi orang-orang yang mengetahui adanya kedua versi Dagadu (asli dan palsu) dan mampu mebedakan keduanya. Responden ini diminta untuk mengisi kuesioner yang dirancang dalam bentuk skala Likert yang dimodifikasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisa menggunakan korelasi Pearson, regresi berganda, uji Students dan juga uji Wilcoxon signed-rank. Hasil menunjukkan bahwa baik sikap terhadap obyek maupun sikap terhadap konsekuensi pembelian dari Dagadu asli lebih favorable daripada Dagadu palsu. Di samping itu, studi ini juga menunjukkan bahwa niat konsumen membeli Dagadu asli lebih kuat daripada niat membeli Dagadu palsu.
Dagadu Djokdja, a success T-shirt manufacturer in Jogja, has long been subjected to counterfeiting. Although suffers from the counterfeiting actions, the company still exists until today. However, this existence will not continue if consumers stop buying their products and turn to the counterfeit products. The main objective of this research is to track the positions of both the original and the counterfeit version of Dagadu in consumers’ minds. This objective is accomplished by identifying consumers’ attitudes (both attitude toward object and attitude toward pur chase consequences) and consumers’ intention to buy the product. Using a non-probability sampling method, a convenience sample of 150 respondents was drawn from the population of people who know the existence of both versions Dagadu (original and counterfeit) and are able to differentiate them. These respondents were asked to fill out the questionnaire that was designed in a modified Likert scale. The data collected were analyzed using Pearson’s correlation, multiple regression, Student’s t test, and also Wilcoxon signed-rank test. The results show that both attitude toward object and attitude toward purchase consequences of the original Dagadu are more favorable than of the counterfeit Dagadu. Besides that, the study also shows that consumers’ intention to buy the original is stronger than the intention to buy the counterfeit.
Kata Kunci : Sikap Konsumen,Niat Membeli,Merek Palsu, counterfeit, attitude toward purchase consequences, intention to buy