HUBUNGAN ANTARA RESPON PSIKOLOGIS DENGAN KEPATUHAN ORANG TUA DALAM PERAWATAN ANAK TUBERKULOSIS DI YOGYAKARTA
JEKI RAHMAWATI, Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar belakang: Tuberkulosis menjadi salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas semua kelompok usia. Tahun 2013, terdapat kasus tuberkulosis sebanyak 9 juta dengan 550.000 kasus terjadi pada anak. Tuberkulosis dapat disembuhkan dengan adanya kepatuhan dalam pengobatan. Dalam pediatrik, kepatuhan bergantung dari orangtua. Kepatuhan terhadap pengobatan anak bergantung pada stres dan kecemasan atau respon psikologis orangtua. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara respon psikologis dengan kepatuhan orang tua terhadap perawatan pada anak dengan tuberkulosis. Metode: Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Yogyakarta. Besar sampel pada penelitian ini adalah 31 responden dengan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepatuhan orangtua dalam perawatan anak tuberkulosis dan kuesioner respon psikologis orangtua dengan anak tuberkulosis. Analisa data dengan menggunakan uji non parametrik dengan uji korelasi dari Spearman. Hasil: Enam puluh empat koma lima puluh dua persen dari 31 responden memiliki tingkat kepatuhan sedang, untuk respon psikologis sebanyak 58,1% mengalami tingkat stres yang sedang dan 41,9% mengalami tingkat kecemasan yang sedang. Tidak terdapat hubungan antara respon psikologis dengan kepatuhan orangtua dalam perawatan anak tuberkulosis dengan nilai p value lebih dari 0,05 untuk tingkat stres maupun kecemasan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara respon psikologis dengan kepatuhan orangtua dalam perawatan anak tuberkulosis.
Background: Tuberculosis could cause mortality and morbidity in all of age. In 2013, there was a 9 million cases with 550.000 cases were on children. Tuberculosis could be recovered if there was a treatment adherence. In pediatrric, adherence depended on parents adherence. Adherence on children depended on parents psychological response like stress and anxiety. Objective: This study aimed to determined the correlated between psychological responses and parents treatment adherence on children with tuberculosis. Methods: This research was correlation study with cross sectional design. The research was conducted in Yogyakarta. The sample size in this research was 31 and selected through consecutive sampling. Instrument that used were modification of parents treatment adherence on children with tuberculosis questionnaire and parents psychological response on children with tuberculosis that used Parental Stress Scale and Psychological Well Being Index: Anxiety domain. The analize data used non parametric test with Spearman correlation. Results: There was 64,52% of 31 participants had moderate adherence level, while psychological responses 58,1% had moderate level on stress and 41,9% moderate anxiety. There was no significant correlation betweem psychological responses and parents treatment adherence of tuberculosis children with p value more than 0,05 even for stress level and anxiety level. Conclusion: There was no significant correlation between psychological responses and parents treatment adherence in children with tuberculosis
Kata Kunci : respon psikologis, stres, cemas, kepatuhan, tuberkulosis anak