Hubungan antara perilaku anak cerebral palsy dengan tingkat stres orangtua di SLBN 1 Bantul
ISMAYA KHOLIDA M, Itsna Luthfi Kholisa, S.Kep., Ns., MANP
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang:Stres paling banyak dialami oleh orang dewasa dan kebanyakan disebabkan tingginya tanggung jawab, salah satunya yaitu peran sebagai orangtua. Stres bisa dialami semua orangtua tak terkecuali orangtua anak cerebral palsy (CP). Enam puluh persen orangtua anak CP cenderung akan mengalami stres. Masalah perilaku dan emosi yang dialami anak CP menunjukkan korelasi yang signifikan dengan tingkat stres orangtua. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara perilaku dengan stres orangtua dari anak CP di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Bantul. Selain itu untuk mengidentifikasi tingkat stres orangtua dan perilaku anak CP di SLBN 1 Bantul. Metode:Penelitian ini penelitian non-eksperimental dengan rancangan crosssectional dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Responden sejumlah 41 orangtua anak CP yang ditentukan dengan rumus Taro Yamane berdasarkan jumlah populasi. Instrumen yang digunakan yaitu Strength and Difficulties Questionaire untuk megukur perilaku anak dan alat ukur tingkat stres yang disusun Retnoningrum (2008). Analisis data dibagi menjadi 2 yaitu univariat dan bivariat. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer. Hasil: Perilaku anak CP di SLBN 1 Bantul sebagian besar masuk kategori normal. Dari 5 domain yang diukur, masalah yang paling banyak dialami yaitu domian gejala emosi (36,6%). Orangtua dari anak CP kebanyakan mengalami stres sedang(36,6%) dan tinggi (36,6%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku dengan tingkat stres orangtua (�= 0,149 dan -0,135 ; z = 0,293 dan 0,356). Kesimpulan:Perilaku anak CP di SLBN 1 Bantul sebagian besar masuk kategori normal. Orangtua dari anak CP menunjukkan stres pada tingkat sedang dan tinggi. Tidak ada hubungan antara perilaku anak CP dengan tingkat stres orangtua.
Background: Stress is commonly suffered by adults that caused by the high of responsibility, for example parenting duties. Every parents can suffers stress, including parents of children with cerebral palsy (CP). Sixty percents parents of CP childs mostly will suffers stress. The attitudes and emotionals of CP children showing the significant corelations with parents stress level. Objective: The aim was going to know about correlation between behavior and parents stress level of children with CP in Sekolah Luar Biasa 1 Bantul. It was also going to identify the parents stress level and the behavior of CP children in SLBN 1 Bantul. Methods: This study was a non-experimental study with cross-sectional design and quantitative approach. The study involved parents of CP children (n = 41). Sampling method used Taro Yamane formulation. The instruments used Strength and Difficulties Questionnaire and questionnaire of Retnoningrum (2008). The data analysis was univariate and bivariate. The data was analyzed by a computer shoftware. Results:The behavior of CP children mostly were normal. The most problem was emotional symptoms (36,6%). Parents of CP children experienced moderate (36,6%) and high (36,6%) stress. There was no significant relationship between behavior of children with CP and parents stress level (� = 0.149 and -0.135; z = 0.293 and 0.356). Conclusion: Behavior of CP children in SLBN 1 Bantul mostly were categorized as normal. Parents stress level of CP children showing the stress at moderate and high. There was no significant relationship between behavior of children with CP and parents stress levels.
Kata Kunci : cerebral palsy, perilaku, orangtua, tingkat stres / cerebral palsy, behaviour, parents, stress level