Laporkan Masalah

THE ASSOCIATION BETWEEN DURATION OF PREMATURE RUPTURE OF MEMBRANES WITH PERINATAL ASPHYXIA

ANINDYA LARASATI, dr. Eugenius Phyowai Ganap, Sp.OG (K) ; dr. Alifah Anggraini M.Sc, Sp.A

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang : Kematian neonatal masih merupakan masalah besar terutama di negara-negara berkembang , termasuk Indonesia. Mayoritas dari semua kematian neonatal terjadi pada minggu pertama kehidupan. Berdasarkan Riskesdas Kemenkes 2007, penyebab utama kematian neonatal 0-6 hari adalah asfiksia , prematuritas dan sepsis.Penyebab paling umum adalah asfiksia. Ketuban pecah dini merupakan komplikasi kebidanan umum selama persalinan yang harus memiliki perhatian karena menyebabkan morbiditas perinatal dan mortalitas yang tinggi.Insiden asfiksia akan meningkatkan risiko kematian selama beberapa hari pertama setelah kelahiran. Tujuan : Untuk menentukan hubungan antara durasi ketuban pecah dini pada asfiksia perinatal. Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode kohort retrospektif. Data akan diperoleh dari rekam medis di RSUD Banyumas dan RSKIA Sadewa Yogyakarta. Populasi penelitian adalah semua kasus ketuban pecah dini dengan usia kehamilan lebih dari 36 minggu yang disampaikan di RSUD Banyumas dan RSKIA Sadewa Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Dan analisis data menggunakan Chi-square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara durasi ketuban pecah dini dan asfiksia perinatal ( P = 0.055 ). Sementara ketuban pecah dini lebih dari 24 jam dapat meningkatkan risiko asfiksia oleh tiga kali ( RR = 2,75 ). Infeksi , preeklamsia dan berat lahir rendah merupakan faktor yang berpengaruh terhadap asfiksia perinatal. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara durasi ketuban pecah dini dan asfiksia perinatal. Namun, ada hubungan yang signifikan secara klinis antara durasi ketuban pecah dini dan asfiksia perinatal menunjukkan dengan ketuban pecah dini lebih dari 24 jam akan meningkatkan risiko asfiksia perinatal sebanyak tiga kali.

Background: Neonatal mortality still is a big problem especially in developing countries, including IndonesiaThe majority of all neonatal deaths occur during the first week of life. Based on Riskesdas Kemenkes 2007, the major causes of neonatal mortality 0- 6 days are asphyxia, prematurity and sepsis. The most common cause is aphyxia. Premature rupture of membranes is a common obstetric complication during labor that should have attention since it causes high perinatal morbidities and mortality. The incidence of asphyxia will increase the risk of mortality during first few days after births. Objective: The study purpose is to determine the association between duration of premature rupture of membranes on perinatal asphyxia. Method: The study is analytic observational study using cohort retrospective method. Data will be obtained from medical record in RSUD Banyumas and RSKIA Sadewa Yogyakarta. The study population is all cases of premature rupture of membranes with gestational age more than 36 weeks which delivered in RSUD Banyumas and RSKIA Sadewa Yogyakarta which fulfill inclusion criteria and exlusion criteria. Sampling technique that is used is simple random sampling. And data analysis using Chi- square. Result: The result shows there is no significant association between duration of premature rupture of membranes and perinatal asphyxia (P = 0,055). While premature rupture of membranes more than 24 hours can increase risk of asphyxia by three times (RR = 2,75). Infection, preeclampsia and low birth weight are factors which significatly associated with perinatal asphyxia. Conclusion: There is no statistically signifcant association between duration of premature rupture of membranes and perinatal asphyxia. However, there is clinically significant association between duration of premature rupture of membranes and perinatal asphyxia showed by premature rupture of membranes more than 24 hours will increase risk of perinatal asphyxia by three times.

Kata Kunci : Keywords: Premature rupture of membranes, aterm, apgar score, perinatal, asphyxia

  1. S1-2016-328485-abstract.pdf  
  2. S1-2016-328485-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-328485-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-328485-title.pdf