Ketahanan Lima Kultivar Padi Lokal (Oryza sativa L.) Terhadap Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stal.)
NOVIANY, Dr. Ir. Taryono, M.Sc;Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc
2016 | Skripsi | S1 PEMULIAAN TANAMANWereng batang cokelat (Nilaparvata lugens) merupakan hama utama padi di Indonesia. Salah satu cara penanggulangan hama wereng batang coklat yaitu menggunakan kultivar padi unggul yang mempunyai sifat ketahananterhadap OPT tersebut. Kultivar lokal dapat digunakan sebagai tetua utama maupun tetua donor gen ketahanan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan lima kultivar padi lokal Tebidah, Irik, Gadjah Rante, Boyan dan Gadung Mlati terhadap wereng batang coklat. Uji penapisan modifikasi kotak bibit digunakan dengan kultivar pembanding IR64 dan Cisadane. Kultivar padi tahan terpilih diuji lebih lanjut untuk mengetahui perkembangan populasi N. lugens pada kultivar tersebut. Lima kultivar yang diuji hanya tiga yang berhasil tumbuh yaitu Tebidah, Irik, dan Boyan. Uji penapisan menunjukkan bahwa kultivar Boyan termasuk kategori agak tahan, sedangkan kultivar Tebidah dan Irik termasuk kategori agak rentan. Kultivar Boyan menunjukkan hasil yang konstan dengan uji kotak benih karena populasi N. lugens pada kultivar ini sama dengan populasi pada kultivar IR64 yang merupakan kultivar tahan. Kultivar Boyan agak tahan terhadap serangan wereng batang coklat, karena pertumbuhannya tidak begitu terpengaruh oleh serangan wereng batang coklat berdasarkan tingkat kerusakan, jumlah imago, dan jumlah nimfa generasi selanjutnya.
Brown planthopper (Nilaparvata lugens) is the main rice pest in Indonesia. One control method against brown planthopper is using resistant cultivars. Local rice can function as the main parent or a donor parent for resistant gene. The purpose of this experiment was to test the resistant level of five cultivars of local rice, namely Tebidah, Irik, Gadjah Rante, Boyan, and Gadung Mlati, against N.lugens. Modified seed box screening test was used with IR64 (resistant) and Cisadane (susceptible) as control cultivar. The selected resistant cultivars was further tested to know N. lugens population build up. Only three cultivars (Tebidah, Irik, and Boyan) germinated. Screening test showed that Boyan showed moderate resistant. Further test showed that Boyan performed a resistant characteristic, because the population of N. lugens in Boyan grew similar as IR64 which one the resistant control but the population of development in these two cultivars were much lower than in susceptible cultivar (Cisadane). These performance provided early finding that Boyan could be a parent for development new cultivars resistant to N. lugens.
Kata Kunci : padi lokal, wereng batang coklat, ketahanan, local rice, brown planthopper, resistance