Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kepatuhan Orang Tua Dalam Perawatan Anak Tuberkulosis Di Yogyakarta
ROCHMA DWI RAHAYU, Lely Lusmilasari, S.Kp.,M.Kes.,Ph.D
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang : Keberhasilan pengobatan tuberkulosis pada anak dapat dicapai jika kepatuhan dalam menjalankan perawatan anak dapat dilakukan dengan baik oleh orang tua. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan orang tua dalam perawatan anak adalah adanya dukungan sosial yang cukup Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kepatuhan orang tua dalam perawatan anak tuberkulosis Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelatif dan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2016. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 30 orang tua yang memiliki anak tuberkulosis yang masih menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito, RSKP Respira Yogyakarta, 4 Puskesmas di Kota Yogyakarta, dan 6 Puskesmas di Kabupaten Sleman. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Social Support Quetionnaire (SSQ) dan kuesioner kepatuhan yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji korelasi Somers’d. Hasil: Sebanyak 22 responden (71,0%) memiliki tingkat dukungan sosial sedang. sebanyak 20 responden (64,5%) memiliki tingkat kepatuhan dalam kategori sedang. Secara statistik, didapatkan nilai p=0,118 (p>0,05), dan koefisien korelasi r=0,197 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kepatuhan orang tua dalam perawatan anak tuberkulosis dengan korelasi sangat lemah. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara dukungan sosial dengan kepatuhan orang tua dalam perawatan anak tuberkulosis di Yogyakarta. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat melakukan analisis pada tiap domain kepatuhan dan dukungan sosial.
Background: Successful treatment of tuberculosis in children can be achieved if the adherence in the childcare can be done by parents. One of the factors that affect the adherence of parents in childcare is sufficient social support. Objective: The research was aimed to know the relationship between social support and adherence of parents in childcare of children with tuberculosis Methods: The research used quantitative study with correlative analytic method and cross sectional study design. Data were collected in April-May 2016. The subject in this study were 30 parents who have children with tuberculosis who are still undergoing treatment at Dr DR.Sardjito, RSKP Respira Yogyakarta, 4 Puskesmas at Yogyakarta City, and 6 Puskesmas at Sleman Regency. Samples were taken with consecutive sampling. The research instrument used Social Support Quetionnaire (SSQ) and Adherence Questionnaire developed by the researcher. Data were analysed using Somers'd correlation test. Results: Total of 22 respondents (71.0%) had medium level of social support. Then 20 respondents (64.5%) had level of adherence in the medium category. Statistically, the obtained value of p=0.118 (p> 0.05), and the correlation coefficient r=0.197, which means there is no significant relationship between social support with the adherence of parents in the childcare of tuberculosis with correlation was very weak. Conclusion: There is no significant relationship between social support with the adherence of parents in childcare of children with tuberculosis at Yogyakarta. The future research can analyze each domain adherence and social support
Kata Kunci : dukungan sosial, kepatuhan, tuberkulosis anak