HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA
RACHMAWATI INTAN S, Itsna Lutfhi Kholisa, S.Kep., Ns., MANP; Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D
2016 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang :Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) didefinisikan makanan atau minuman yang mengandung gizi yang di berikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya diberikan mulai usia 6-24 bulan. Namun, pada kenyataannya sebagian ada yang memberikan MP-ASI sebelum 6 bulan.Ketepatan waktu dalam pemberian MP-ASI mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan :Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta. Metode :Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Maret-April 2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo dengan jumlah responden 95 orang.Analisis bivariat yang digunakan adalah uji Spearman rank. Hasil : Mayoritas responden memiliki pengetahuan tentang pemberian MP-ASI baik sebesar 55,79% dan sikap tentang pemberian MP-ASI sangat positif sebesar 83,16%. Nilai koefisien korelasi antara pengetahuan dengan sikap ibu tentang pemberian MP-ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo adalah sebesar 0,142 dengan nilai signifikansi (p)= 0,170. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu tentang pemberian Makanan Pendamping ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta.
Background: Complementary feeding (MP-ASI) defined as food or drinks that contain nutrients given to infants to meet their nutritional needs that are given from the age of 6-24 months. However, there is fact that infant were given complementary feeding before six months old. Timeliness in providing complementary feeding affects infant growth and development. Objective: To determine the relationship between knowledge and attitude of mother about giving complementary feeding in Puskesmas Tegalrejo, Yogyakarta. Methods: This study was an non-experimental descriptive analytic study with cross-sectional design, which was conducted in March-April 2016. Samples were taken using purposive sampling method. There were 95 mothers have infants age 6-12 months in Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta. Bivariate analysis used was Spearman rank test. Results: Most of respondents had good knowledge of giving complementary feeding by 55.79% and majority had a very positive attitude about giving complementary feeding 83,16%. The coefficient of correlation between knowledge and attitudes of mothers about giving complementary feeding in Puskesmas Tegalrejo was 0,142 with significance value (p) = 0.170. Conclusion: There was no relationship between knowledge and attitude of mother about giving complementary feeding in Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta.
Kata Kunci : attitude, complementary feeding administration, knowledge