ANALISA PENGARUH GELEMBUNG UDARA TERHADAP PENGUJIAN METER AIR
ASEP DERMAWAN, Drs. Sudiartono, M.S.
2016 | Tugas Akhir | D3 METROLOGI DAN INSTRUMENTASI SVTelah dilakukan penelitian tentang analisa pengaruh gelembung udara pada pengujian meter air. Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya peraturan yang mewajibkan meter air untuk ditera secara berkala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gelembung udara terhadap nilai kesalahan penunjukan pada pengujian meter air. Berdasarkan penelitian, dengan adanya pengaruh gekembung udara membuat nilai kesalahan penunjukan pada meter air keluar dari batas kesalahan yang diijinkan (BKD). Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan membandingkan hasil penunjukan pada meter air dengan hasil penunjukan standar. Alat ukur yang dijadikan sebagai standar adalah bejana. Hasil penelitian yang dilakukan di Balai Metrologi Wilayah DKI Jakarta diperoleh nilai kesalahan terbesar pada pengujian dengan ada pengaruh gelembung udara yaitu pada daerah rendah (Qmin) dengan nilai kesalahan penunjukan 10,89%, dan nilai kesalahan terkecil ada didaerah tinggi (Qn) dengan nilai kesalahan penunjukan sebesar 3,50%. Sedangkan nilai kesalahan terbesar pada pengujian tanpa ada pengaruh gelembung udara yaitu pada daerah rendah (Qmin) dengan nilai kesalahan penunjukan 2,63%, dan kesalahan terkecil juga terletak pada daerah tinggi (Qn) dengan nilai kesalahan penunjukan sebesar 1,29%.
A research on the analysis of the effect of air bubbles in the water meter testing. This research is motivated because the regulation requiring water meters to appraise them periodically. The purpose of this study was to determine how much influence the air bubble on the value designation error on the testing of water meters. Based on research, with the influence of air gekembung make an error value designation on the water meter out of the allowable error limits (BKD). The method used in the study by comparing the results of the water meter designation on the results of the standard designation. Measuring tool is used as a standard vessel. Results of research conducted in the Central Jakarta area Metrology biggest mistake values obtained in testing with no effect of air bubbles are in a low area (Qmin) with a value designation error of 10.89%, and the value of the smallest error is no high areas (Qn) with errors designation of 3.50%. While the value of the biggest mistakes in the test without any influence of air bubbles are in a low area (Qmin) with a value designation error of 2.63%, and the smallest error is also located in an area with high (Qn) with a value designation error of 1.29%.
Kata Kunci : gelembung udara, kesalahan penunjukan, meter air, pengujian.