Laporkan Masalah

KAJIAN PENGEMBANGAN WILAYAH PANTAI SELATAN JAWA TENGAH BERBASIS IRIGASI DAN PERTANIAN TERPADU

FADILA SURYANDIKA, Prof. Dr. Sahid Susanto, MS ; Bayu Dwi Apri Nugroho, Ph.D

2016 | Tesis | S2 Teknik Pertanian

Wilayah selatan Provinsi Jawa Tengah merupakan wilayah yang memiliki potensi pengembangan pertanian lahan pantai membentang dari Kabupaten Purworejo sampai Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya dukung luasan lahan dari integrasi pola tanam untuk pengembangan wilayah melalui uji coba demplot irigasi dan pertanian terpadu, mengetahui wilayah selatan Jawa Tengah yang berpotensi untuk pengembangan irigasi dan pertanian terpadu, serta mengevaluasi wilayah selatan Jawa Tengah berdasarkan prinsip pengembangan kawasan peruntukan pertanian. Analisis yang digunakan yaitu analisis analisis klasifikasi lahan, analisis feasibilitas ekonomi, analisis transformasi, dan analisis akseptabilitas. Hasil penelitian menunjukkan luasan lahan yang harus dimiliki petani untuk dapat mandiri dengan irigasi dan pertanian terpadu adalah 0,17 ha/kk untuk pola tanam padi-padi-horti dengan integerasi ternak dan ikan, 0,2 ha/kk untuk pola tanam padi-horti-horti dengan integerasi ternak dan ikan, dan 0,17 ha/kk untuk pola tanam horti-horti-horti dengan integerasi ternak dan ikan. Lahan yang memiliki potensi untuk pengembangan irigasi dan pertanian terpadu di wilayah selatan Jawa Tengah (Kec. Grabag, Kec. Mirit, Kec. Ambal, dan Kec. Buluspesantren) sebesar 7488 ha. Keseluruhan wilayah pengembangan sesuai dengan persyaratan agrokliamat untuk budidaya hortikultura, pengembangan pertanian terpadu di wilayah pengembangan memiliki nilai transformasi 89,30% dan nilai akseptabilitas 75,2%.

The southern area of Central Java Province, especially from Purworejo to Cilacap is potentially depeloped for agricultural of coastal land. This study aims to determine the potential area of cropping pattern integration for regional development through demonstration plot of irrigation and integrated farming; to find potential area of southern region of Central Java to develop irrigation and integrated farming; further to evaluate area of southern region of Central Java based on the principle of regional development agricultural designation. This study use land classification analysis, economic feasibility analysis, transformation analysis, and acceptability analysis. The results showed that suggested land ownership by farmers is 0.17 ha/households for paddy-paddy-horticulture cropping pattern together with livestock and fish integration; 0.2 ha/households for paddy-horticulture-horticulture together with livestock and fish integration; and 0.17 ha/households for horticulture-horticulture-horticulture together with livestock and fish integration. Potential land for irrigation and integrated farming development is 7488 ha which include Grabag, Mirit, Ambal, and Buluspesantren Sub District. Overall development of the region in accordance with the requirements agro-climate for horticultural cultivation, integrated farming in development areas has a transformation value 89.30% and acceptability value 75.2%.

Kata Kunci : pengembangan wilayah, irigasi terpadu, pertanian terpadu

  1. S2-2016-373923-abstract.pdf  
  2. S2-2016-373923-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-373923-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-373923-title.pdf