Laporkan Masalah

ANALISIS PENGGUNAAN KONSEP NILAI WAJAR PADA ASET TETAP PERUSAHAAN TERTUTUP: STUDI KASUS PADA PT HADJI KALLA

DIAN PERTIWI, Dr. Supriyadi, M.Sc.

2016 | Tesis | S2 Akuntansi

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan konsep nilai wajar yang diterapkan oleh perusahaan tertutup. Penelitian ini juga membandingkan manfaat dan kelemahan antara konsep nilai wajar dan konsep biaya historis yang ditinjau berdasarkan analisis biaya-manfaat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus. PT Hadji Kalla adalah objek dalam penelitian ini karena merupakan perusahaan tertutup terbesar di kawasan timur Indonesia yang telah menerapkan konsep nilai wajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.010/2015 tentang revaluasi aset tetap memperkuat alasan PT Hadji Kalla menerapkan konsep nilai wajar dalam menyusun laporan keuangan. Penerapan konsep nilai wajar pada PT Hadji Kalla diterapkan mulai tahun 2015 pada aset berupa tanah. Jasa appraisal digunakan untuk mengukur nilai tanah tersebut. Surplus atas revaluasi tidak dicatat dalam penghasilan komprehensif lain dan hanya dilaporkan dalam laporan perubahan ekuitas. Atas penerapan konsep nilai wajar tersebut, manfaat yang diperoleh adalah informasi lebih relevan dan andal serta nilai aset dan ekuitas meningkat dibandingkan dengan menerapkan konsep biaya historis. Kelemahan konsep nilai wajar adalah adanya biaya tambahan perusahaan terkait biaya jasa appraisal dan beban pajak atas surplus revaluasi.

The aim of this study is to analyze the use of fair value concept applied by a non public company. The study also compared the benefits and weaknesses of fair value and historical cost concepts based on cost-benefit analysis. The approach used in this study is a qualitative research by case study strategy. PT Hadji Kalla is the object of this research because it is the largest non public company in the eastern part of Indonesia that has applied fair value concept. The results showed that the implementation of the Regulation of the Minister of Finance No. 191/PMK.010/2015 on assets revaluation reinforces PT Hadji Kalla to apply fair value concept in preparing the financial statements. The application of fair value concept at PT Hadji Kalla starting in 2015 on land. Appraisal used to measure the value. Surplus on revaluation was not recorded in other comprehensive income (OCI) and only reported in the statement of changes in equity. On the application of the fair value concept compared to the historical cost concept, the benefits are information more relevant and reliable as well as the value of assets and equity increased. The weakness of fair value concept is the additional costs related to the cost of appraisal and the tax on revaluation surplus.

Kata Kunci : nilai wajar, perusahaan tertutup

  1. S2-2016-375864-abstract.pdf  
  2. S2-2016-375864-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-375864-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-375864-title.pdf